KEDUDUKAN CUCU SEBAGAI AHLI WARIS PENGGANTI DALAM PEMBAGIAN WARIS BERDASARKAN HUKUM ISLAM (ANALISIS PUTUSAN MA NO.866K/Pdt/2008

TIARA PUSPITASARI, 030610231 (2009) KEDUDUKAN CUCU SEBAGAI AHLI WARIS PENGGANTI DALAM PEMBAGIAN WARIS BERDASARKAN HUKUM ISLAM (ANALISIS PUTUSAN MA NO.866K/Pdt/2008. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2011-puspitasar-15521-fh.6910-t Abstrak.pdf

Download (472kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
gdlhub-gdl-s1-2011-puspitasar-15521-fh.6910-t Fulltext.pdf
Restricted to Registered users only

Download (633kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Terdapat perbedaan pembagian warisan terhadap ahli waris pengganti menurut hukum Adat, hukum BW, dan hukum Islam. Dalam menentukan bagian ahli waris pengganti ini terdapat perbedaan antara hukum waris BW dengan hukum waris Islam. Dalam hukum waris BW ahli waris pengganti mewaris pancang demi pancang dengan pembagian yang sama antara antara ahli waris pengganti dengan ahli waris lainnya , sedangkan dalam hukum Islam bagian ahli waris pengganti tidak boleh melebihi bagian ahli waris yang sederajat. Hal ini dirasa lebih adil karena tidak mengurangi bagian ahli waris yang sederajat itu dan karena ahli waris pengganti sudah mendapat warisan dari orang tua yang telah meninggal itu. Sedangkan dalam sistem hukum adat penggantian tempat ahli waris terjadi apabila ahli waris meninggal terlebih dahulu daripada pewaris. Jika seorang anak meninggal, sedang orang tuanya masih hidup, maka anak-anak orang yang meninggal itu bersama-sama mengganti bapaknya sebagai waris di dalam harta peninggalan kakek-neneknya. Maka hak waris dari ahli waris yang telah meninggal tersebut beralih atau dapat digantikan oleh anaknya (cucu pewaris). Bagian dari ahli waris pengganti ini sama dengan bagian ahli waris lainnya, kerena sistem hukum adat yang menerapkan kerukukan dan persamaan hak pada proses pelaksanaan pembagian harta. Pengaturan penggantian ahli waris menurut hukum adat itu sendiri diartikan bahwa apabila anak-anak pewaris sudah meninggal dunia maka cucu-cucu serta selanjutnya keturunan daripada cucu-cucu itu yang menutup kemungkinan warga keluarga kerabat lain-lainnya untuk menjadi ahli waris.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: FH.69/10 Pus k
Uncontrolled Keywords: Inheritance and succesion (islamic law )
Subjects: K Law > KB Religious law in general
K Law > KB Religious law in general > KB1-4855 Religious law in general. Comparative religious law. Jurisprudence > KB400-4855 Interdisciplinary discussion of subjects > KB632-636.2 Inheritance and succession
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
TIARA PUSPITASARI, 030610231UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAFDOL, Prof. Dr. H., S.H.M.S.,UNSPECIFIED
Depositing User: hari
Date Deposited: 13 May 2011 12:00
Last Modified: 15 Aug 2016 06:56
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/12371
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item