ANALISIS YURIDIS EXCEPTIO NON ADIMPLETI CONTRACTUS SEBAGAI DASAR DALAM PENUNDAAN PELAKSANAAN PERJANJIAN

IPVIVI SHANGHARANI, 03101114 (2014) ANALISIS YURIDIS EXCEPTIO NON ADIMPLETI CONTRACTUS SEBAGAI DASAR DALAM PENUNDAAN PELAKSANAAN PERJANJIAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2014-shangharan-31546-6.abstr-k.pdf

Download (130kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
FH. 82-14 Sha a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (470kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Sering kali permasalahan wanprestasi terjadi bukan semata-mata karena tindakan lalai dari salah satu pihak terhadap perjanjian, namun juga karena kesengajaan sebagai respon atas tindakan pihak lawan yang telah wanprestasi terlebih dahulu, khususnya dalam hal pelaksanaan perjanjian-perjanjian yang bersifat timbal balik. Untuk itu, hukum memberikan penghargaan yang sama antara kreditur dan debitur untuk mempertahankan hak-hak kontraktualnya, hal ini sebagaimana yang diatur dalam ketentuan pasal 1267 KUH Perdata yang menyatakan bahwa, pihak yang terhadapnya perikatan tidak terpenuhi, dapat memilih untuk memaksa pihak yang lain untuk memenuhi kontrak, jika hal itu masih dapat dilakukan atau menuntut pembatalan persetujuan, dengan penggantian biaya kerugian dan bunga. Dengan pembelaan ini si debitor yang dituduh wanprestasi dan dituntut membayar ganti rugi itu mengajukan di depan hakim bahwa kreditor sendiri juga tidak menepati janjinya atau wanprestasi. Mengingat dalam setiap perjanjian timbal balik, dianggap ada suatu asas bahwa kedua belah pihak harus sama-sama melakukan kewajiban. Dengan demikian apabila dalam sebuah perjanjian timbal balik ternyata salah satu pihak tidak melakukan prestasi yang seharusnya dilakukan, maka terjadi ketidak seimbangan yang merugikan pihak lawan yang gagal menerima prestasi tersebut. Dalam keadaan telah melakukan wanprestasi tersebut, seharusnya pihak yang telah melakukan wanprestasi (etikanya) juga tidak berhak mengharapkan menerima prestasi dari pihak lawan yang telah dirugikannya tersebut, apalagi kemudian melakukan satu upaya hukum untuk memaksakan kehendaknya tetap mendapatkan hak-haknya tersebut. Exceptio non adimpleti contractus sebagai alasan untuk membalas tindakan pihak lawan yang terlebih dahulu telah wanprestasi atau untuk menekan resiko yang harus ditanggung oleh pihak pada saat menjadi kreditur akibat pihak lain sebagai debitur. Maka, exceptio non adimpleti contractus merupakan upaya pembelaan dari pihak debitur yang dituduh lalai dan dituntut membayar ganti rugi oleh kreditur dengan mengajukan di depan hakim atau dalam proses peradilan bahwa kreditur sendiri juga tidak menepati janjinya, sehingga telah terlebih dahulu melakukan kelalaian (wanprestasi). Dalam konteks hukum acara perdata Indonesia, eksepsi tersebut dapat diajukan dan diterapkan dalam perjanjian timbal balik, dimana masing – masing pihak dibebani kewajiban untuk memenuhi prestasi secara timbal balik

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH. 82/14 Sha a
Uncontrolled Keywords: CONTRACTS
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K7000-7720 Private international law. Conflict of laws > K7340-7512 Commercial law > K7350-7444 Commercial contracts
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
IPVIVI SHANGHARANI, 03101114UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorFAIZAL KURNIAWAN, S.H., LL.M.UNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 14 May 2014 12:00
Last Modified: 08 Aug 2016 06:37
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/12519
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item