FUNGSI JUSTICE COLLABORATORS DAN WHISTLEBLOWERS TERHADAP KEJAHATAN TERORGANISIR

RENDY ARDY SEPTIA YURISTARA, 031011123 (2014) FUNGSI JUSTICE COLLABORATORS DAN WHISTLEBLOWERS TERHADAP KEJAHATAN TERORGANISIR. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2014-yuristarar-33747-7.abstr-k.pdf

Download (71kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2014-yuristarar-33747-1.FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (868kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penulis membahas mengenai pentingnya fungsi justice collaborators dan whistleblowers terhadap kejahatan terorganisir. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah yuridis normatif. Kedudukan justice collaborators dan whistleblowers sangat rentan dengan ancaman yang merugikan dari segi fisik maupun psikis. justice collaborators dan whistleblowers dituntut harus memiliki pemberian perlindungan keamanan yang baik, agar dalam bersaksi di pengadilan terkait perkara tindak pidana terorganisir, justice collaborators dan whistleblowers tidak perlu takut dan menjadi sifat yang kontributif bagi aparat penegak hukum untuk memerantas tindak pidana terorganisir. justice collaborators dan whistleblowers dalam pengkategoriannya sering mengalami kerancuan. Pengaturan mengenai justice collaborators dan whistleblowers menurut para ahli dapat dilihat pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban, namun dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban tidak memberikan pendefinisian yang jelas dari arti justice collaborators dan whistleblowers. Selain itu adanya mekanisme perlindungan yang dimungkinkan tumpang tindih dari instansi lembaga hukum terkait perlindungan terhadap justice collaborators dan whistleblowers. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengenal lebih dalam arti dari justice collaborators dan whistleblowers. Istilah justice collaborators dan whistleblowers di indonesia telah dikenal oleh beberapa masyarakat, dan para pakar hukum. Contoh kasus mengenai justice collaborators dan whistleblowers di indonesia adalah kasus Agus Condro Prayitno sebagai justice collaborators dan Susno Duadji sebagai whistleblowers. Peran Hakim dalam menentukan siapa justice collaborators dan whistleblowers dianggap penting, Sebagaimana sebagai seorang hakim harus cermat dan teliti dalam pertimbangannya sebelum memutus suatu perkara yang terkait dengan peranan justice collaborators dan whistleblowers, hal ini sangat penting bagi penulis untuk dimengerti, disebabkan adanya perbedaan perlakuan terhadap justice collaborators dan whistleblowers.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH.125/14 Yun f
Uncontrolled Keywords: JUSTICE COLLABORATORS
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
RENDY ARDY SEPTIA YURISTARA, 031011123UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorRIZA ALIFIANTO KURNIAWAN, S.H.,M.T.C.P, S.H.,M.T.C.PUNSPECIFIED
Depositing User: shiefti dyah alyusi
Date Deposited: 06 Nov 2014 12:00
Last Modified: 18 Aug 2016 04:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/12679
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item