TANGGUNG GUGAT PRIA TERHADAP WANITA YANG MELAHIRKAN ANAK AKIBAT PERBUATAN INGKAR JANJI KAWIN

Vito Anggriawan Yudatama, 031011053 (2014) TANGGUNG GUGAT PRIA TERHADAP WANITA YANG MELAHIRKAN ANAK AKIBAT PERBUATAN INGKAR JANJI KAWIN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2014-yudatamavi-33761-6.abstr-k.pdf

Download (82kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2014-yudatamavi-33761-1.FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Di dalam setiap kehidupan bermasyarakat, hampir selalu dapat dijumpai adanya sepasang kekasih yang saling sepakat untuk terikat dengan janji kawin, yaitu janji dari salah satu pihak untuk menikahi pihak satunya. Janji kawin tersebut seringkali diucapkan oleh pihak pria kepada pihak wanita secara lisan tanpa adanya bukti tertulis. Apabila janji kawin dilandasi dengan niat baik untuk dilanjutkan dengan perkawinan yang sah tentu tidak akan menimbulkan masalah di kemudian hari, namun seringkali janji kawin dimanfaatkan oleh pihak pria untuk memperdayai wanita. Terlebih apabila pihak wanita hamil dan melahirkan anak di luar perkawinan karena hubungan seksual yang dilakukan akibat iming-iming janji kawin tersebut seperti pada kasus Melina Gozali melawan Hendrik Kadarusman dalam Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 935K/Pdt/1998. Apabila terjadi pengingkaran janji kawin oleh pihak pria, maka akan sulit menuntut pertanggungjawabannya karena pengaturan janji kawin dalam Pasal 58 BW tidak menimbulkan akibat hukum selama belum ada pemberitahuan kawin kepada Pegawai Catatan Sipil dan belum diikuti dengan pengumuman kawin. Hal ini tentu akan menimbulkan kerugian bagi pihak wanita, tidak hanya kerugian secara materiil tetapi juga kerugian secara immateriil. Perbuatan ingkar janji kawin tidak termasuk wanprestasi karena janji kawin tidak termasuk perjanjian dalam Buku III BW dan tidak menimbulkan hubungan hukum. Perbuatan ingkar janji kawin dapat dikategorikan sebagai perbuatan melanggar hukum karena perbuatan tersebut telah melanggar hak subyektif korban, bertentangan dengan kewajiban hukum pelaku, kesusilaan dan kecermatan, serta kaidah hukum tidak tertulis yang berlaku dalam masyarakat. Oleh karena itu, terhadap pelakunya diwajibkan untuk bertanggung gugat memberikan ganti rugi atas kerugian yang diderita pihak wanita akibat perbuatan tersebut.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH.137/14 Yud t
Uncontrolled Keywords: Liability
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
Vito Anggriawan Yudatama, 031011053UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorRia Setyawati, S.H., M.H., LL.M., S.H., M.H., LL.M.UNSPECIFIED
Depositing User: shiefti dyah alyusi
Date Deposited: 06 Nov 2014 12:00
Last Modified: 18 Aug 2016 07:18
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/12691
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item