PERSPEKTIF HUKUM KEHAMILAN DI LUAR CARA ALAMI DI INDONESIA

FARIDA, RENY, NIM. 030315605 (2008) PERSPEKTIF HUKUM KEHAMILAN DI LUAR CARA ALAMI DI INDONESIA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-renyfarida-4742-fh1810-k.pdf

Download (340kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-renyfarida-4742-fh18107.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Teknologi reproduksi Kehamilan Di Luar Cara Alami terdapat berbagai macam yaitu diantaranya dari sel telur atau sperma dari pasangan suami istri atau dari donor. Pada proses Kehamilan Di Luar Cara Alami yang berasal dari sel telur atau sperma dari pasangan suami istri tidak menimbulkan masalah hukum tetapi pada proses Kehamilan Di Luar Cara Alami yang menggunakan sperma atau sel telur donor inilah yang dapat menimbulkan masalah hukum, agama, etika, moral, dan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia. Di Indonesia proses Kehamilan Di Luar Cara Alami yang berasal dari sel telur atau sperma donor menurut nilai-nilai yang hidup, sampai saat ini masih dipandang sebagai suatu hal yang tidak sah. Pengaturan mengenai Kehamilan di Luar Cara Alami ini diatur di Indonesia yaitu dalam Pasal 16 Undang¬-undang No.23 tahun 1992 tentang Kesehatan, Peraturan Menteri Kesehatan RI No.73/Menkes/Per/I1/1999 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Teknologi Reproduksi Buatan, dan dalam Pedoman Etika Profesi yang dibuat oleh Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia. Dalam Implementasi ketentuan-ketentuan yang terkait dengan Kehamilan di Luar Cara Alami di Indonesia ini sangat terbatas pada ketentuan mengenai prosedur Kehamilan di Luar Cara Alami dan tidak di ikuti dengan ketentuan-ketentuan lainnya, misalnya dalam hal kontrak pada Kehamilan di Luar Cara Alami. Kontrak juga sering digunakan untuk mengaktifkan hak dan kewajiban para pihak yang terlibat dalam proses Kehamilan Di Luar Cara Alami, khususnya yang menggunakan sel telur atau sperma donor, tetapi perlu disadari dan diperhatikan bahwa kebebasan berkontrak dibatasi dengan adanya Pasal 1320 BW. Perlu disusun suatu undang-undang komprehensif yang juga harus disesuaikan dengan perkembangan jaman yang mampu mengatur masalah Kehamilan di Luar Cara Alami, khususnya yang menggunakan sperma atau sel telur atau rahim pihak ketiga, muncul disini. Mengenai penerapan ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan Kehamilan diluar Cara Alami ini masih perlu dipertimbangkan lagi baik dari segi hukum maupun etik agar dikemudian hari tidak menimbulkan masalah baru, antara lain yaitu dari segi kedudukan anak yang dilahirkan dari Kehamilan di Luar Cara Alami dan mengenai kontrak Kehamilan Di Luar Cara Alami.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH. 181/07 Far p
Uncontrolled Keywords: ETHICS, MEDICAL
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3601-3611 Medical legislation
R Medicine > RG Gynecology and obstetrics > RG1-991 Gynecology and obstetrics > RG500-991 Obstetrics > RG551-591 Pregnancy
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
FARIDA, RENY, NIM. 030315605UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorTilly A. A Rampen, SH., MS.UNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 14 Jun 2007 12:00
Last Modified: 04 Aug 2016 03:38
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/12832
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item