AKAD IJARAH DALAM KARTU PEMBIAYAAN

Rhomadona, Anthony, NIM. 030211390 U (2008) AKAD IJARAH DALAM KARTU PEMBIAYAAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK KKB KK-2 FH 67_08 Rho a.pdf

Download (326kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2008-rhomadonaa-7855-fh6708-a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dari judul diatas dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Perjanjian antara bank syariah penerbit kartu dengan pemegang kartu menggunakan akad, yaitu ijarah, kafalah wal gardh. Akad Ijarah disebut juga al ajru (upah) atau al iwadah (ganti), artinya suatu jenis akad untuk mengambil manfaat (ajran); suatu barang dengan jalan penggantian. Maksud dari "manfaat" disini adalah berguna, yaitu barang yang mempunyai banyak manfaat, dan selama penggunaannya barang tersebut tidak mengalami perubahan/ musnah. Manfaat yang diambil dari barang itu tidak berbentuk zatnya melainkan sifatnya. Pihak yang memanfaatkan barang itu harus membayar uang sewa. Dalam teknis perbankan, ijarah adalah akad antara bank selaku pemilik barang (mu’ajjir) dengan nasabah (musta’jir) untuk menyewa suatu barang/objek sewa (ma’jur) milik bank dan bank mendapatkan imbalan jasa atas barang tersebut. 2. Dalam kasus Dirham card bank bisa mengambil keuntungan dengan Akad ijarah melalui sewa pemakai fasilitas dan fee atas penjaminan yang dilakukan bank danamon. kafalah merupakan jaminan yang diberikan oleh penanggung (kafil) kepada pihak ketiga untuk memenuhi kewajiban pihak kedua atau yang ditanggung. Akad kafalah digunakan dalam hubungan antara bank penerbit dengan nasabah pada saat nasabah melakukan transaksi dengan pihak merchant. Kafalah digunakan karena pihak bank penerbit telah menjadi penjamin bagi nasabah pemegang kartu untuk melakukan transaksi dengan pihak merchant melalui kartu tersebut. Keberadaan kartu itu merupakan bentuk dari jaminan itu. Jaminan itu diwujudkan dengan cara pihak bank penerbit yang akan membayar nilai transaksi itu pada pihak merchant. Jadi nasabah telah menjadikan pihak bank penerbit sebagai penjaminnya dalam melunasi nilai transaksi yang telah dilakukannya pada pihak merchant. Perlu diupayakan suatu system terpadu yang memungkinan pembatasan penggunaan kartu kredit berbasis syariah, hanya pada transkasi yang halal saja.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH 67/08 Rho a
Uncontrolled Keywords: BANKS AND BANKING � RELIGIOUS ASPECTS - ISLAM
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K1000-1395 Commercial law > K1024-1132 Commercial contracts > K1066-1089 Banking
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
Rhomadona, Anthony, NIM. 030211390 UUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorABDUL SHOMAD, SH., MHUNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 12 Nov 2008 12:00
Last Modified: 08 Aug 2016 07:04
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/12850
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item