PERANAN PENDAYAGUNAAN TANAH DAN TUBUH BUMI DI BAWAH PERMUKAAN BUMI SEBAGAI FAKTOR PRODUKSI DALAM INDUSTRI BAHAN BANGUNAN DAN KERAMIK BAGI PEMBANGUNAN NASIONAL

SOELISTIOWATI, NOENIK, NIM. 038211397 (2013) PERANAN PENDAYAGUNAAN TANAH DAN TUBUH BUMI DI BAWAH PERMUKAAN BUMI SEBAGAI FAKTOR PRODUKSI DALAM INDUSTRI BAHAN BANGUNAN DAN KERAMIK BAGI PEMBANGUNAN NASIONAL. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK KKB KK-2 Per 919-87 Soe p.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
KKB KK-2 Per 919-87 Soe p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dalam penelitian, peneliti menyimpulkan hasil penelitiannya bahwa : Pembangunan merupakan upaya sadar untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam guna meningkatkan mutu kehidupan rakyat. Sumber daya alam adalah terbatas, baik dalam jumlah maupun kwalitasnya, sedangkan kebutuhan akan sumber daya tersebut semakin meningkat sebagai akibat meningkatnya jumlah penduduk serta meningkatnya kebutuhan. Sehubungan dengan hal itu maka keseimbangan lingkungan dapat terganggu. Pancasila sebagai dasar dan falsafah negara memberikan keyakinan kepada rakyat dan bangsa Indonesia, bahwa kebahagiaan hidup akan tercapai jika didasarkan atas keselarasan dan keseimbangan, baik dalam hidup manusia sebagai pribadi, dalam hubungan manusia dengan manusia, dalam hubungan manusia dengan alam, dalam hubungan manusia dengan Tuhan Yang Mahaesa maupun dalam mengejar kemajuan lahiriah dan batiniah. Antara masyarakat, perseorangan dan lingkungan hidup terdapat hubungan timbal balik yang selalu harus dibina dan dikembangkan agar tetap dalam keseimbangan yang serasi dan dinamis. UUD RI Th.1945 sebagai landasan konstitusional mewajibkan agar sumber daya alam dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Kemakmuran tersebut harus dapat dinikmati baik oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang. GBHN ( Garis-garis Besar Haluan Negara ) yang diatur dalam Ketetapan MPR No. II/MPR/1983 menetapkan bahwa pembangunan tidak hanya mengejar kemakmuran lahiriah atau kepuasan batinlah saja akan tetapi juga keseimbangan antara keduanya. Juga dalam hubungan antara manusia dengan alam, tidak hanya mengejar kepentingan manusia saja atau kepentingan akan pelestarian tanah dan lingkungan saja, akan tetapi juga keseimbangan antara keduanya. Demikian pula dalam pelaksanaan pembangunan industry bahan bangunan dan keramik. Industri ini ternyata mempunyai peranan yang cukup besar dalam pencapaian tujuan pembangunan nasional untuk mewujudkan suatu masyarakat yang adil dan makmur yang merata materiil dan spiritual berdasarkan Pancasila yaitu : 1. mempersingkat proses pembangunan dibandingkan apabila melalui pembangunan biasa, antara lain pembangunan sarana transportasi dan lain-lain ; 2. penciptaan lapangan pekerjaan baru bagi penduduk desa yang berkembang cepat disamping penciptaan akibat-akibat positif lainnya yang diharapkan akan mengangkat. Tingkat kehidupan perekonomian pada umumnya, misalnya, penciptaan usaha pengangkutan, usaha penggalian, pemasaran/penjualan hasil produksi, pembuatan jalan dan lain-lain ; 3. dengan penciptaan lapangan kerja baru tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyerap tenaga kerja yang relative murah, yaitu yang berasal dari daerah/lokasi penggalian atau lokasi pabrik. Besarnya jumlah penduduk, pertambahan dan penyebaran yang tidak merata menimbulkan pertambahan angkatan kerja yang perlu mendapatkan kesempatan kerja. Dengan adanya industri ini dapat dimanfaatkan pengangguran ; 4. dengan mempercepat diperolehnya lapangan pekerjaan dapat dicegah arus urbanisasi penduduk dengan segala kesulitan yang ditimbulkannya ; 5. dari pengambilan bahan baku dan hasil produksi yang dihasilkan oleh industri ini dapat digunakan untuk memajukan pembangunan di daerah lain sehingga pemerataan pembangunan dapat tercapai. Misalnya : dengan pelaksanaan penggalian dapat diperoleh dana dari iuran-iuran dan pajak/pungutan-pungutan lainnya yang dapat digunakan untuk membangun daerah lain. Industri bahan bangunan dan keramik ditunjang oleh bahan baku yang berupa tanah liat untuk bahan bangunan dan tanah liat ball untuk keramik yang terletak di permukaan bumi ( tanah ) dan tubuh bumi di bawah permukaan bumi secara tidak langsung juga mempunyai peranan yang cukup besar bagi pembangunan nasional seperti tersebut di atas. Dengan berkembangnya industri bahan bangunan dan keramik dari tanah liat tersebut, selain mempunyai peranan yang positif bagi pembangunan nasional, ternyata juga mendatangkan kerugian pada masyarakat bahkan pada generasi mendatang, terutama dalam hal pengadaan bahan baku tanah liat. Kerugian ini dapat terjadi karena : 1. banyak penggalian tanah liat dilakukan tanpa izin Pemda tingkat I ( berupa SIPD ) sehingga keharusan bahwa setiap kegiatan ini pelaksananya harus mempunyai SIPD tidak dilaksanakan dengan baik. Umumnya hal yang mendasari terjadinya penggalian/pengambilan liar, selain karena ada yang menganggap bahwa untuk mengurus SIPD adalah sangat sukar dan dibutuhkan biaya yang sangat banyak tidak sesuai dengan hasil yang diperoleh, juga karena ketidaktahuan masyarakat, mereka mengira bahwa pelaksanaan penggalian/pengambilan tanah liat tidak perlu izin dari Pemda, cukup dengan izin/perjanjian dengan pemilik tanah atau cukup dengan hak yang mereka miliki atas tanah tersebut. Dengan penggalian liar tersebut sudah pasti hanya orang-orang/daerah-daerah tertentu saja yang akan memperoleh manfaat, pembangunan yang merata tidak akan tercapai karena tidak dapat dipungut iuran-iuran atas pengambilan tanah liat oleh Pemda yang akan digunakan untuk pembangunan di daerah-daerah lain ; 2. banyak kegiatan penggalian/pengambilan tanah liat yang dilakukan di atas tanah yang masih produktif yang akan merugikan keadaan swasembada pangan karena rusaknya lahan olah tanaman, yang berarti pula merugikan generasi yang akan datang ; 3. kegiatan penggalian yang dilakukan di dekat sungai yang akan menyebabkan pendangkalan sungai sehingga merugikan masyarakat sekitar sungai karena banjir yang ditimbulkannya

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Per 919-87 Soe p
Uncontrolled Keywords: SUMBER DAYA ALAM
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3840-4375 Regulation of industry, trade, and commerce. Occupational law
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
SOELISTIOWATI, NOENIK, NIM. 038211397UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSOEDALHAR, S.H.UNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 09 Jul 2013 12:00
Last Modified: 11 Aug 2016 02:49
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/12905
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item