KEDUDUKAN JANDA TANPA ANAK MENURUT HUKUM ADAT DI DESA MOJO ROTO, LIRBOYO, DAN NGAMPEL DI KOTAMADYA KEDIRI DITINJAU DARI PERKEMBANGAN HUKUM

ATMONO, PONCO, NIM. 038211315 (2013) KEDUDUKAN JANDA TANPA ANAK MENURUT HUKUM ADAT DI DESA MOJO ROTO, LIRBOYO, DAN NGAMPEL DI KOTAMADYA KEDIRI DITINJAU DARI PERKEMBANGAN HUKUM. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2013-atmonoponc-28882-9.-bab-v.pdf

Download (98kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
KKB KK-2 Per 859-86 Atm k.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dalam penelitian ini, peneliti menyimpulkan hasil penelitiannya bahwa: a. Masyarakat di desa Mojoroto, Lirboyo, dan Ngampel menganut sistem kekeluargaan parental, yaitu, pertalian keturunan ditarik dari garis keturunan orang tua (ayah dan ibu ). b. Pada umumnya perkawinan di tiga desa tersebut menggunakan istilah mentas, yaitu, mempelai laki-laki dan perempuan dilepaskan dari keluarga orang tua masing-masing untuk membentuk keluarga yang baru. Pada perkawinan mentas ini, suami, istri beserta anak-anak bersama-sama hidup dalam satu lingkungan keluarga sehingga terbentuklah harta bersama atau gono-gini dalam perkawinan tersebut. c. Tujuan perkawinan menurut hukum adat tradisional, adalah, untuk menghasilkan keturunan yang akan meneruskan garis keturunan keluarga. Harta kekayaan orang tua disediakan untuk bekal keturunan tersebut. Oleh karena itu apabila; seorang suami meninggal dunia tanpa meninggalkan seorang anakpun, maka harta peninggalannya akan diwarisi oleh sesama darah asal ( orang tua, saudara-saudara; dan keturunannya) suami.. d. Di desa Mojoroto, Lirboyo, dan Ngampel, masyarakatnya. Dalam mengadakan pembagian harta warisan masih menerapkan hukum adat setempat, yang menentukan bahwa seorang janda bukanlah ahli waris almarhum suaminya. Namun demikian, walaupun janda bukan ahli tetap mendapat bagian dari harta bersama, bahkan kalau kurang kepada janda diberikan sebagian dari harta asal almarhum suaminya, hal ini semata-mata atas dasar kerelaan hati ahli waris ( sesama darah asal ) almarhum suami. Hal tersebut berbeda dengan pendapat Mahkamah Agung R I, yang menetapkan bahwa seorang janda menjadi ahli waris almarhum suaminya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Per 859-86 Atm k
Uncontrolled Keywords: HUKUM PERDATA
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K7000-7720 Private international law. Conflict of laws > K7120-7197 Persons > K7155-7197 Domestic relations. Family law
K Law > KB Religious law in general > KB1-4855 Religious law in general. Comparative religious law. Jurisprudence > KB400-4855 Interdisciplinary discussion of subjects > KB479 Private law (General)
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Hukum Perdata
Creators:
CreatorsEmail
ATMONO, PONCO, NIM. 038211315UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorR.S. HUTABARAT, S.H., LL.M.UNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 10 Jul 2013 12:00
Last Modified: 12 Aug 2016 07:19
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/12924
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item