PENGATURAN PEDOPHILIA DAN INCEST MENURUT HUKUM POSITIF DI INDONESIA

Ardi Jalu Wibowo, 030211452 U (2006) PENGATURAN PEDOPHILIA DAN INCEST MENURUT HUKUM POSITIF DI INDONESIA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-wibowoardi-2328-fh233_0-k.pdf

Download (312kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-wibowoardi-2328-fh233_06.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

a. Antara Incest dan pedophilia mempunyai perbedaan, yaitu: pada pedophilia, korbannya haruslah seorang anak-anak, bisa dari keluarganya (incest) maupun tidak, sedangkan incest, korbannya haruslah yang ada hubungan darah dengan pelaku (keluarga). Berdasarkan dengan adanya beberapa contoh kasus diatas dan dengan adanya ketentuan hukum yang diatur dalam perUndang-undangan di Indonesia maka dapat diketahui bahwa banyak dari aparat penegak hukum negara Indonesia dalam menangani masalah pedophilia dan incest (khususnya bila korban adalah anak-anak) mereka (aparat penegak hukum) masih banyak mengacu pada Kitab Undang-undang Hukum Pidana dan bukan pada Undang-undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, sehingga apa yang diharapkan oleh pembuat undang¬undang sendiri (efek jera pada pelaku) dirasa tidak terjadi, serta perlu adanya koordinasi atau kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat guna menekan perkembangan dari pelaku maupun korban kejahatan seksual khususnya pedophilia dan incest, oleh karena makin banyaknya kasus pedophilia maupun incest di Indonesia. Serta setelah kita ketahui bahwa adanya perilaku pedophilia dan incest tersebut sangat meresahkan masyarakat, dan yang lebih penting adalah korban daripada perilaku tersebut dapat mengalami gangguan ataupun kerusakan yang serius baik jiwa maupun fisiknya. Kurangnya penyuluhan hukum khususnya terkait dengan adanya Undang¬undang Nomor 23 tanhu 2002 tentang Perlindungan Anak. b. Selain dilakukan penanganan terhadap pelaku juga diperlukan penanganan terhadap koban dari perilaku pedophilia dan incest, mengingat bahwa efek dari perilaku "pedophilia" dan "incest" tersebut sangat merugikan anak (sebagai korban).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH.233/06 Wib p
Uncontrolled Keywords: PEDOPHILIA; INCEST - RELIGIOUS ASPECTS
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
Ardi Jalu Wibowo, 030211452 UUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorTilly A.A. Rampean, S.H.,M.S.UNSPECIFIED
Depositing User: Tn Hatra Iswara
Date Deposited: 29 Sep 2006 12:00
Last Modified: 19 Jul 2016 00:32
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/13005
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item