KEPEMILIKAN OBJEK JAMINAN FIDUSIA MENURUT UNDANG UNDANG NOMOR 42 TAHUN 1999

NUR LAILLY, 030315713 (2006) KEPEMILIKAN OBJEK JAMINAN FIDUSIA MENURUT UNDANG UNDANG NOMOR 42 TAHUN 1999. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-laillynur-4025-fh0407.pdf
Restricted to Registered users only

Download (854kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

a. Fidusia merupakan salah satu lembaga jaminan kebendaan berdasarkan kepercayaan, yaitu kreditor dan debitor sepakat mengikat suatu benda sebagai agunan sebagai jaminan atas utang debitor dimana objek jaminan tersebut pengalihannya secara constitutum possesorium. Objek jaminan tetap berada pada kekuasaan nyata debitor sedangkan hak milik objek jaminan berpindah kepada kreditor. Kreditor yang berkedudukan sebagai penerima Fidusia selama perjanjian jaminan Fidusia berlangsung memegang hak milik tersebut hanya sebagai benda jaminan, bukan sebagai pemilik seterusnya. Sedangkan benda jaminan yang berada pada kekuasaan nyata debitor karena hak miliknya berpindah kepada kreditor, maka kedudukannya hanya sebagai pemegang objek jaminan atau sebagai peminjam pakai. b. Kedudukan kreditor sebagai penerima Fidusia yang memegang hak milik atas objek jaminan hanya sebagai jaminan menunjukkan bahwa kreditor tersebut bukan pemilik objek jaminan. Perjanjian jaminan sebagai perjanjian acessoir atas perjanjian kredit maka keberadaannya bergantung pada perjanjian pokoknya tersebut. Dalam hal debitor tidak memenuhi kewajibannya pada perjanjian pokok, maka debitor tersebut dikatakan wanprestasi. Dalam keadaan debitor wanprestasi, kreditor baru dapat melaksanakan haknya untuk mengeksekusi objek jaminan karena objek jaminan tersebut sebagai jaminan pelunasan utang debitor. Karena kreditor memegang hak milik atas objek jaminan hanya sebagai benda jaminan, maka kreditor tidak dapat secara otomatis memiliki objek jaminan tersebut apabila debitor wanprestasi. Selain itu dalam pasal 33 UU Fidusia menyebutkan bahwa setiap janji yang memberikan kewenangan penerima Fidusia untuk memiliki objek jaminan adalah batal demi hukum. Guna pelunasan utang debitor, maka dapat dilakukan eksekusi menurut ketentuan pasal 29 UU Fidusia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH 04/07 Lai k
Uncontrolled Keywords: FIDUCIA
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3840-4375 Regulation of industry, trade, and commerce. Occupational law
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
NUR LAILLY, 030315713UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorH. Moch. Isnaeni, Prof. Dr., S.H., M.SUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Hatra Iswara
Date Deposited: 29 Mar 2007 12:00
Last Modified: 12 Jun 2017 22:19
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/13046
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item