PENOLAKAN PELUNASAN PEMBAYARAN HUTANG PEWARIS OLEH AHLI WARIS MENURUT HUKUM WARIS ISLAM : Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung No. 18O K /Pdt/1993

DIAH EKA PURNAMASARI, 030315633 (2007) PENOLAKAN PELUNASAN PEMBAYARAN HUTANG PEWARIS OLEH AHLI WARIS MENURUT HUKUM WARIS ISLAM : Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung No. 18O K /Pdt/1993. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-purnamasar-5291-fh1910-t.pdf

Download (333kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-purnamasar-5291-fh19107.pdf
Restricted to Registered users only

Download (933kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

1. Di dalam hukum perdata barat dengan meninggalnya pewaris, maka hak maupun kewajiban yang berhubungan dengan keperdataan beralih kepada para ahli warisnya, sehingga jika tidak terjadi penolakan sebagai ahli waris, maka para ahli waris diwajibkan untuk mengembalikan hutang-hutang pewaris sampai dengan harta pribadinya. Di dalam Hukum Islam, meskipun dengan meninggalnya pewaris, hak-hak pewaris beralih kepada ahli waris, namun kewajiban ahli waris hanya terbatas yaitu tidak termasuk melunasi hutang-hutang pewaris dengan harta pribadi ahli waris sebagaimana pasal 175 KHI. 2. Putusan Mahkamah Agung Nomor 180 K/Pdt/1993 tanggal 12 Maret 1997 yang mempertimbangkan ahli waris yang menolak harta warisan/harta peninggalan menurut hukum Islam adalah tidak tepat, karena jumlah pinjaman sebesar Rp 30.000.000,00 untuk jangka waktu 1 (satu) tahun dengan menyerahkan bidang tanah hak pakai seluas 7.544 m2 telah mencukupi untuk membayar hutang MZ pada Bank Surya Kencana, sehingga pemenuhan hutang tersebut tidak termasuk harta peninggalan maupun harta pribadi para ahli waris MZ. Sehingga jika jumlah hutang MZ yang harus dibayar hingga 1 Oktober 1991 sebesar Rp 148.545.730,00 dengan memperhitungkan bunga pinjaman tidak menjadi tanggungan harta peninggalan karena bunga dalam hukum Islam adalah riba, selain itu di dalam hukum Islam penolakan sebagai ahli waris tidak ada kaitannya dengan pemenuhan hutang, melainkan karena ahli waris lebih mampu bila dibandingkan dengan ahli waris lainnya, sehingga maksud menolak menjadi ahli waris ini agar bagian warisan diterima ahli waris lain yang dianggap kurang mampu.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH.191/07 Pur p
Uncontrolled Keywords: INHERITANCE AND SUCCESSION (ISLAMIC LAW)
Subjects: K Law > KB Religious law in general > KB1-4855 Religious law in general. Comparative religious law. Jurisprudence
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
DIAH EKA PURNAMASARI, 030315633UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAFDOL, Dr. , S.H., M.S.UNSPECIFIED
Depositing User: Tn Hatra Iswara
Date Deposited: 26 Sep 2007 12:00
Last Modified: 13 Jun 2017 16:39
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/13088
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item