TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN OLEH ANAK: Studi Kasus Hasbiyelloh dan Semel

HELMY ZUNAN WIJAYA, 030315782 (2007) TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN OLEH ANAK: Studi Kasus Hasbiyelloh dan Semel. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-wijayahelm-6698-fh2420-t.pdf

Download (342kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2008-wijayahelm-6698-fh24207.pdf

Download (2MB)
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

a) Perbedaan perlakuan dan sanksi antara orang dewasa dengan anak tersebut mulai proses penyelidikan, Penyidikan (oleh Polisi Anak), Penuntun oleh Jaksa Anak dan Proses siding yang pimpin oleh Hak anak sampai dengan pelaksanaan putusan Pengadilan. Adanya pembedaan sanksi dan perlakuan tersebut secara lebih khusus diatur dalam Undang-undang Nomor 3 tahun 1997 tentang Pengadilan Anak, khususnya dalam Pasal 22 dampai dengan Pasal 32. Sedangkan perlindungan hokum terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana secara kkhusus diatur lebih khusus dalam Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dalam Undang-undang tersebut diatur bahwa walaupun anak melakukan suatu tindak pidana namun anak tersebut harus tetap dilindungi hak-hak dan kepentingannya. Jadi semua anak harus mendapatkan haknya semagaimana mestinya tanpa adanya suatu diskriminasi. Dengan demikian semua kepentingan dan hak-haknya harus dilindungan agar tidak terjadi gangguan fisik maupun mental dalam pertumbuhannya. b) Penjatuhan sanksi pidana terhadap Hasbiyelloh kurang sesuai dengan peraturan perundang-undangan, karena Hasbiyelloh telah melakukan serangkaian tindak pidana (Cuncursus Realis) sehingga penjatuhan sanksi pidana terhadap Hasbiyelloh lebih berat dibandingkan dengan Semel. c) Dalam kasus pencurian dengan pemberatan dengan terdakwa Hasbiyelloh dan Semel, khususnya selama proses menjalani pidana penjara, seharusnya kedua tersangka tersebut diputus menjalan hukuman pidana penjara di Lembaga Pemasyarakatan khusus anak di Blitar, walaupun tempat kejadian perkara tersebut di Surabaya. Mereka seharusnya tidak ditempatkan di Rutan Kelas 1 Medaeng (meskipun anak tersebut ditempatkan terpisah dari orang dewasa). Oleh karena itu perlindungan hokum terhadap Hasbiyelloh dan Semel sebagai pelaku pencurian tersebut berjalan dengan tidak baik, sehingga dapat mengganggu tumbuh kembangnya baiks ecara fisik, psikis maupun social.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH.242/07 Wij t
Uncontrolled Keywords: CHILD ABUSE � LAW AND LEGISLATION
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K7000-7720 Private international law. Conflict of laws > K7120-7197 Persons > K7155-7197 Domestic relations. Family law > K7181-7197 Parent and child. Guardian and ward
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
HELMY ZUNAN WIJAYA, 030315782UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHj. Sarwirini, Dr. , S.H., M.S.UNSPECIFIED
Depositing User: Tn Hatra Iswara
Date Deposited: 25 Apr 2008 12:00
Last Modified: 26 Jul 2016 02:38
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/13130
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item