KATEGORISASI RESIKO MEDIS TERKAIT DENGAN PERTANGGUNGJAWABAN DOKTER

LINDA LISTIO, 030315611 (2007) KATEGORISASI RESIKO MEDIS TERKAIT DENGAN PERTANGGUNGJAWABAN DOKTER. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-listiolind-7041-fh2600-t.pdf

Download (336kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2008-listiolind-7127-fh26007.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Setiap tindakan medis seorang dokter tidak diperboleh menjanjikan kesembuhan pada diri pasien karena tindakan medis merupakan suatu upaya penyembuhan yang hasilnya tidak pasti dan sebaliknya dokter harus menceritakan semua atau menginformasikan tentang segala kemungkinan yang mungkin akan terjadi pada tindakan medis. Apabila nantinya tindakan medis yang dilakukan oleh dokter tersebut tidak menghasilkan hasil yang positif atau hasilnya ternyata negatif maka pasien tidak dapat menuntut dokter tersebut. Tindakan medis itu selalu ada rsiko yang melekat dan apabila hasil negatif tersebut dikarenakan resiko yang berasal dari pasien maka dokter tidak mempunyai kewajiban untuk bertanggung jawab. Setiap tindakan medis yang dilakukan oleh dokter harus selalu mengutamakan kecermatan, kehati-hatian, ketelitian dan sesuai dengan standar prosedur, apabila hal-hal tersebut tidak dipatuhi oleh dokter, maka dimungkinkan adanya hasil yang tidak sesuai dengan harapan pasien yakni sembuh atau pulih dari penyakitnya. Resiko medis yang timbul tersebut adalah suatu kegagalan atau kesalahan dokter dalam menerapkan disiplin ilmu kedokteran dan dokter harus mempertanggungjawabkannya. Istilah kesalahan pada hukum pidana dan hukum medis adalah berbeda, pada Penjelasan Umum Undang undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran dipakai istilah kegagalan dan kesalahan hanya untuk tenaga medis sedangkan pada hukum pidana yakni Kitab Undang-undang Hukum Pidana kesalahan terdiri dari dua unsur yakni kesengajaan dan kealpaan (culpa). Tindakan medis dokter yang seperti aborsi dan eutanasia adalah dilarang oleh undang-undang dan terhadap hal ini dokter dapat dituntut pertanggungjabannya

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH.260/07 Lis k
Uncontrolled Keywords: MEDICINE � LAW AND LEGISLATION
Subjects: R Medicine
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
LINDA LISTIO, 030315611UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorTILLY A.A RAMPEN, S.Si,M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Hatra Iswara
Date Deposited: 29 May 2008 12:00
Last Modified: 26 Jul 2016 02:56
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/13133
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item