KEDUDUKAN HAM SEBAGAI JUS COGENS DALAM KETENTUAN GATT/WTO

ELGA PRESTANTIA PRIMANESTI, 031011101 (2015) KEDUDUKAN HAM SEBAGAI JUS COGENS DALAM KETENTUAN GATT/WTO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (FULL TEXT)
Binder1primanesti.pdf
Restricted to Registered users only

Download (825kB) | Request a copy
[img] Text (ABSTRAK)
download.php_id=gdlhub-gdl-s1-2015-primanesti-34794&no=5

Download (1kB)
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Yang melatar belakangi topik dari skripsi yang dibuat penulis ini adalah hubungan antara hukum perdagangan internasional dan nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM). Banyak yang menilai bahwa kedua rezim hukum tersebut adalah bidang yang tidak memiliki hubungan sama sekali, namun jika diteliti lebih jauh, ternyata keduanya berkaitan. Dalam beberapa kasus yang terjadi beberapa tahun ini, banyak ditemukan adanya gesekan antara kepentingan perdagangan dan perlindungan terhadap HAM. Oleh karenanya, penting untuk dikaji lebih lanjut mengenai hubungan antara kedua rezim hukum tersebut. GATT/WTO merupakan salah satu perjanjian internasional di bidang perdagangan yang memiliki cakupan yang sangat luas, namun sangat disayangkan, GATT/WTO tidak menuliskan secara eksplisit mengenai mekanisme perlindungan terhadap HAM. Padahal perlindungan tehadap HAM adalah persoalan yang mahapenting, yang telah pula memperoleh statusnya sebagai Jus Cogens. Walaupun begitu, ternyata terdapat mekanisme yang dapat digunakan untuk memasukkan nilai-nilai HAM kedalam GATT/WTO, yaitu dengan melakukan interpretasi secara dinamis terhadap Pasal XX tentang Pengecualian GATT/WTO dan mekanisme waiver. Translation: The basic idea of this discussion is the relation between trade law and human rights law, which is by most of people, both regime seems far apart in their own 'world'. Those two regimes, actually. are not that separated. From time to time, it is acknwoledge that there are cases involving both, trade law as well as human rights. Therefore. it is neccessery to dig a little deeper regarding relationship between those two regimes. As one of many international trade treaty which has the broadest scope in its field, GATT/WTO does not mention any mechanism in human rights protection. For the record, in today's international law, human rights constitute one of the most important issues and it is also one of the norm which granted a Jus Cogens status. But eventhough GATT/WTO does not provide such a mechanism, it does not mean that the protection of human rights cannot be integrated into GATT/WTO law. Through an approach of dynamic interpretation of Article XX GATT 1994 on General Exception and waiver mechanism, it is possible for human rights to be integrated into GATT/WTO law.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH. 185/14 Pri k
Uncontrolled Keywords: HUMAN RIGHTS
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K623-968 Civil law
K Law > KB Religious law in general > KB1-4855 Religious law in general. Comparative religious law. Jurisprudence > KB400-4855 Interdisciplinary discussion of subjects > KB1468-1550 Social laws and legislation. Welfare. Charities
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
ELGA PRESTANTIA PRIMANESTI, 031011101UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAKTIEVA TRI TJITRAWATI, Dr., S.H., M.HumUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Yusuf Jailani
Date Deposited: 07 Jan 2015 12:00
Last Modified: 28 Sep 2016 00:59
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/13263
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item