PENYALURAN PEMBIAYAAN IJARAH DI LINGKUNGAN BANK SYARIAH

Susmi Hartikasari, 030010926 U (2007) PENYALURAN PEMBIAYAAN IJARAH DI LINGKUNGAN BANK SYARIAH. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-hartikasar-7459-fh3170-k.pdf

Download (418kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2008-hartikasar-7459-fh3170-r.fulltext.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kesimpulan 1. Pembiayaan ijarah dengan akad sewa-menyewa di Bank Syariah merupakan akad yang sangat fleksibel dalam penerapannya sangat meringankan dan memberi kemudahan bagi Para nasabahnya, nasabah yang memerlukan suatu barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhannya baik kebutuhan konsumtif atau bisnis tetapi tidak harus memiliki barang tersebut secara permanen atau membutuhkan barang tetapi tidak dapat membelinya maka dapat menggunakan akad ijarah muntahiya bit tammlik adalah janji pemindahan kepemilikan diawal akad ijarah akad pemindahan kepemilikan dilakukan setelah masa ijarah selesai. Dengan sistem kepemilikan diakhir masa sewa. Hubungan hukum antara Bank Syariah dengan nasabahnya dalam pembiayaan ijarah dengan prinsip bagi hasil didasarkan atas akad atau perjanjian pemberian pembiayaan. Sedangkan untuk sahnya perjanjian pembiayaan jika telah memenuhi rukun dan syaratnya, demikian juga untuk syarat sahnya perjanjian pembiayaan ijarah mengenai kesepakatan tentang masa sewa, ujrah (harga sewa). Disamping itu tujuan dari perjanjian pembiayaan ijarah harus dibenarkan oleh syariah sebab jika tidak terpenuhi perjanjian pembiayaan ijarah menjadi tidak sah. Dan masing-masing pihak terikat oleh kesepakatan yang telah disetujui dan dituangkan dalam bentuk perjanjian tertulis dan memiliki kekuatan hukum untuk dilaksanakan dan dipatuhi oleh masing-masing pihak. 2. Pembiayaan ijarah yang tergolong bermasalah adalah pembiayaan ijarah yang termasuk dalam kategori Dalam Perhatian Khusus dengan tunggakan sewa sampai dengan 90 hari; selain itu juga Kurang Lancar, Diragukan, dan Macet, hal ini dapat menimbulkan masalah yang serius dalam hal pendanaan terhadap usaha nasabah yang masuk dalam salah satu kategori bermasalah diatas maka dalam hal penanganannya yaitu dengan cara Evaluasi Ulang Pembiayaan, Proses Revitalisasi, Penyelesaian Melalui Jaminan, Penyelesaian melalui Badan Arbitrase Syariah Nasional (BASYARNAS) pembentukan BASYARNAS ini didasarkan pada upaya penyelesaian sengketa muamalah yang muncul dalam hubungan perdagangan, industri, keuangan, jasa dikalangan umat Islam terutama mengantisipasi terjadinya sengketa antara Bank Syariah dengan nasabahnya penanganan sengketa diharapkan dapat berjalan dengan cara musyawarah sesuai dengan akhlak Islam. Selain itu juga dengan cara penghapusan pembiayaan, dan permohonan kepailitan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH 317/07 Har p
Uncontrolled Keywords: BANKS AND BANKING - RELIGIOUS ASPECTS - ISLAM
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP174-190 The practice of Islam
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K1000-1395 Commercial law > K1024-1132 Commercial contracts > K1066-1089 Banking
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
Susmi Hartikasari, 030010926 UUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorABDUL SHOMAD, Drs., SH., MHUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Hatra Iswara
Date Deposited: 20 Aug 2008 12:00
Last Modified: 14 Oct 2016 07:03
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/13399
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item