CITIZEN SERVICE OLEH KEMENTERIAN LUAR NEGERI SEBAGAI BENTUK PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA INFORMAL

KAUTSAR UMIRA, 030810333 (2012) CITIZEN SERVICE OLEH KEMENTERIAN LUAR NEGERI SEBAGAI BENTUK PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA INFORMAL. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (322kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2012-umirakauts-19578-fh19-12.pdf
Restricted to Registered users only

Download (749kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dengan jumlah penduduk sekitar 237,6 juta orang,1 tiap warga negara memiliki hak yang sama atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan seperti tertuang dalam pasal 27 (2) UUD 1945. Akan tetapi Indonesia dihadapkan pada permasalahan penyediaan lapangan kerja. Hal ini mendorong sebagian besar Warga Negara Indonesia (selanjutnya disebut WNI) bermigrasi ke luar negeri untuk bekerja, baik di sektor formal sebagai tenaga terampil dan professional seperti pekerja pabrik industri, pegawai kantoran, dan caregiver, maupun di sektor informal sebagai sopir pribadi, caretaker, dan Penata Laksana Rumah Tangga (selanjutnya disebut PLRT). Pekerjaan sebagai TKI informal sangatlah rentan terhadap perlakuan yang tidak pantas dan cenderung rentan diperlakukan kasar dan mengancam nyawa mereka, hal ini karena pekerja pada sektor ini bukanlah tenaga kerja yang memiliki skill dan keahlian profesi khusus tertentu, tentu saja hal tersebut mempengaruhi paradigma TKI informal yang tidak terlalu penting untuk dilindungi karena sifat pekerjaannya. Ruyati dan Darsem adalah salah satu contoh TKI informal sebagai PLRT yang mengalami pengalaman pahit atas rentannya perlindungan diri mereka sebagai pekerja migran infromal di negara Arab Saudi yang menjadi negara penempatannya. 1Sensus Penduduk oleh BPS tahun 2010, Perwakilan RI yang menjadi perpanjangan fungsi pemerintah pusat dalam melindungi TKI di luar negeri memiliki fungsi pengawasan dan perlindungan terhadap warga negaranya yang berada dinegara penempatannya untuk bekerja sebagai TKI. Perwakilan RI yang terdiri dari Perwakilan Diplomatik dan Konsuler membentuk Satgas Citizen Service (selanjutnya disebut satgas CS) untuk mempercepat kerja perlindungan yang diprioritaskan oleh negara kepada warganya. Meskipun citizen service diterapkan untuk seluruh WNI yang sedang berada di negara lain, akan tetapi TKI sebagai WNI mendapat perhatian serius dalam fungsi dan tugas satgas tersebut.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH 19/12 Umi c
Uncontrolled Keywords: EXCELLENCE SERVICE
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
KAUTSAR UMIRA, 030810333UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorKOESRIANTI, S.H., LL.M., Ph.D.UNSPECIFIED
Depositing User: Ani Sistarina
Date Deposited: 15 Mar 2012 12:00
Last Modified: 04 Aug 2016 08:10
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/13410
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item