PERADILAN IN ABSENTIA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA TERORISME

RIZKY TRI PAMUNGKAS, 030911041 (2013) PERADILAN IN ABSENTIA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA TERORISME. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2013-pamungkasr-24159-6.abstr-k.pdf

Download (254kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
RIZKY TRI PAMUNGKAS.pdf
Restricted to Registered users only

Download (879kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Terorisme merupakan salah satu ancaman serius terhadap kedaulatan setiap negara karena telah menimbulkan bahaya terhadap keamanan, perdamaian dunia serta merugikan kesejahteraan masyarakat. Tindak pidana terorisme ini merupakan tindak pidana yang unik, karena motif dan faktor penyebab dilakukannya tindak pidana ini sangat berbeda dengan motif-motif dari tindak pidana lain. Aksi-aksi terorisme tersebut dapat di latar belakangi oleh motif-motif tertentu seperti motif : perang suci, motif ekonomi, motif balas dendam dan motif-motif berdasarkan aliran kepercayaan tertentu. Terorisme yang merupakan kejahatan luar biasa ini membutuhkan pula penanganan dengan mendayagunakan cara-cara luar biasa. Salah satu bentuk cara yang dilakukan pemerintah dalam rangka penegakan hukum terhadap terorisme yang menyimpang dari KUHAP adalah dikenalnya proses pemeriksaan di persidangan tanpa kehadiran terdakwa (peradilan in absentia) yang diatur dalam ketentuan pasal 35 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Persidangan secara in absentia adalah merupakan pengecualian terhadap kondisi-kondisi tertentu. Pengecualian tersebut adalah dalam hal terdakwa tidak hadir padahal sudah dipanggil menurut cara-cara yang sah dan patut, namun terdakwa sengaja untuk tidak menghadiri pemeriksaan di depan persidangan. Tentunya hal tersebut merupakan upaya terakhir dari para penegak hukum apabila mengalami kesulitan untuk menghadirkan terdakwa ke dalam persidangan. Tujuan dari peradilan in absentia terhadap pelaku tindak pidana terorisme ini adalah tidak lain untuk melakukan perampasan terhadap harta kekayaan terdakwa yang berkaitan dengan kegiatan teroris. Dengan diadakannya peradilan in absentia, diharapkan pengadilan dapat segera menyita aset-aset terdakwa yang berkaitan dengan kegiatan teroris sehingga dapat menghentikan aliran dana yang dilakukan untuk mendanai aksi teroris berikutnya. Hal ini dikarenakan suatu kegiatan terorisme tidak mungkin dapat dilakukan tanpa adanya pelaku teror yang berperan sebagai penyandang dana untuk kegiatan terorisme tersebut. Hanya saja, hingga sampai saat ini belum pernah terdapat pelaku terorisme yang disidangkan secara in absentia yang dapat dijadikan sebagai contoh.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK - 2 FH 42/13 Pam p
Uncontrolled Keywords: TERRORISM
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K5000-5582 Criminal law and procedure > K5015.4-5350 Criminal law
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
RIZKY TRI PAMUNGKAS, 030911041UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBambang Suheryadi, S.H.,M.Hum.UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 30 Apr 2013 12:00
Last Modified: 01 Aug 2016 04:15
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/13441
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item