KESESATAN HAKIM TATA USAHA NEGARA DALAM MENJATUHKAN PUTUSAN

Retno Widowati, 030416100 (2008) KESESATAN HAKIM TATA USAHA NEGARA DALAM MENJATUHKAN PUTUSAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-widowatire-8042-fh7808-k.pdf

Download (368kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2008-widowatire-7827-fh7808.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dari pembahasan yang telah diutarakan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan yang dapat menyebabkan lahirnya putusan yang tidak sesuai dengan rasa keadilan, kepastian hukum dan kemanfaatan, antara lain . 1. Putusan hakim yang dikeluarkan atas dasar adanya kesesatan hakim baik dalam melakukan pertimbangan maupun salah dalam melakukan hukum pembuktian dapat mengakibatkan timbulnya ketidakpastian hukum. Mentalitas hakim yang bobrok dan kurangnya hakim yang berkualitas menyebabkan hukum selalu ketinggalan jaman dibandingkan dengan perkembangan masyarakat, sehingga dapat mengakibatkan terjadinya kekosongan-kekosongan hukum dalam perjalanan waktu. Sementara itu persoalan-persoalan hukum (sengketa) didalam masyarakat terus berlanjut, yang menuntut penyelesaian hukum melalui proses peradilan. Untuk mengisi kekosongan hukum tersebut diperlukan hakim-hakim yang berkualitas dan mampu berperan dalam penemuan (rechtsvinding), penciptaan hukum (rechtsschepping) dan menerapkannya dalam bentuk pertimbangan¬pertimbangan. Namun karena kurangnya hakim yang berkualitas maka hasil akhir dari suatu proses peradilan yaitu putusan, tidak diperoleh dari pemikiran yang matang sehingga seringkali mengakibatkan kaburnya kepastian hukum.Dengan tidak adanya kepastian hukum, maka selain akan menimbulkan keresahan bagi masyarakat pencari keadilan, hal tersebut juga akan menimbulkan ketidakadilan. 2. Adanya budaya judicial corruption yang telah mengakar dan mendarah daging yang menjadikan proses peradilan hanya merupakan barang komoditi yang diperjual belikan sehingga hasil akhir dari proses peradilan tersebut tidak membawa kemanfaatan bagi kedua belah pihak yang bersengketa. Selain itu, budaya hukum negara kita yang selalu di intervensi oleh berbagai kepentingan sehingga mengakibatkan keputusan yang dikeluarkan oleh hakim tidak mencerminkan keadilan bagi masyarakat pencari keadilan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH 78/08 Wid k
Uncontrolled Keywords: ADMINISTRATIVE LAW
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3400-3431 Administrative law
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
Retno Widowati, 030416100UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorRr. Herini Siti Aisyah, , S.H., M.H.UNSPECIFIED
Depositing User: Tn Hatra Iswara
Date Deposited: 11 Nov 2008 12:00
Last Modified: 21 Jun 2017 21:59
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/13987
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item