PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU ABORTUS PROVOCATUS CRIMINALS

Iqbal Felisiano, 030416066 (2008) PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU ABORTUS PROVOCATUS CRIMINALS. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2008-felisianoi-8002-fh22208.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana aborsi di Indonesia, khususnya pada kasus aborsi yang dilakukan dr. Edward pada dasarnya masih sering terjadi penyimpangan dalam proses peradilannya. Penyimpangan ini berupa lambatnya aparat penegak hukum dalam melakukan tindakan hukum terhadap praktik aborsi yang melanggar hukum, disertai dengan buruknya penanganan kasus aborsi dalam proses persidangan yang berakibat pada ringannya putusan pelaku abortus provocatus criminalis. Dan kasus tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa penegakan hukum Pasal 299, 308, 346, 347, 348, 349 dan 535 KUHP juga Pasal 80 ayat (1) Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan yang mengatur mengenai Abortus Provocatus belum dapat membuat pelaku praktik aborsi jera, sehingga tidak efektif sebagai upaya preventif dalam mencegah terjadinya aborsi yang bertentangan dengan hukum positif Oleh karena kurang terkoordinasinya aparat-aparat penegak hukum, para tenaga medis, dan lingkungan masyarakat. Kelemahan rumusan dalam Pasal 15 ayat (1) Undang-undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Kesehatan sering digunakan sebagai dasar untuk melakukan aborsi, karena batasan pembolehan aborsi karena indikasi medik dalam pasal tersebut tidak jelas. Pengaturan mengenai abortus ptovocatus criminalis di Indonesia yang bersifat absolut masih sering terjadi karena penegakan hukum dalam kasus aborsi di Indonesia sangat lemah. Hal ini ditambah dengan pengenaan vonis hukuman pada Dokter atau institusi yang membuka praktik aborsi illegal dirasa sangat ringan bila ditinjau dari akibat yang ditimbulkannya. Putusan yang terlalu ringan tersebut seringkali akibat penyimpangan¬penyimpangan dan kurang tanggapnya aparat penegak hukum, baik penyidik, penyelidik, hingga hakim. Seperti yang dapat dilihat pada kasus dr. Edward, aparat penegak hukum dalam melakukan penyidikan terkesan sangat lambat, mengingat praktik aborsi illegal yang dilaksanakan dr. Edward telah diketahui masyarakat umum sejak 1992, akan tetapi proses hukum dr. Edward berupa penangkapan barn dilaksanakan pada bulan Maret 2007. Pada tuntutan yang disusun oleh JPU sangatlah meringankan dr. Edward (hanya 2 tahun penjara), dan pada vonis yang diberikan majelis hakim hanya 1 tahun penjara (lebih ringan 1 tahun penjara) mengingat kasus dr. Edward ini bukanlah yang pertama kalinya disidangkan di Pengadilan Negeri Surabaya. Pengalihan fokus dakwaan yang semula adalah dakwaan melakukan tindakan abortus provocatus criminalis yang bertentangan dengan KUHP dan Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan menjadi hanya sebuah pelanggaran karena dengan sengaja melakukan Praktek Kedokteran tanpa didasari status dan ijin yang sah secara berlanjut (Pasal 77 Undang-undang Nomor 29 Tahun 2004 tentangPraktik Kedokteran) yang dengan jelas berbeda dari substansi dakwaan primer yang mengakibatkan minimnya putusan pidana yang dikenakan sehingga tidak dapat memberikan efek jera pada pelaku dan juga tidak dapat menjadikan sanksi tersebut menjadi upaya prevensi dalam meminimalisir pelaku abortus provocatus criminalis dikemudian hari. Hal lain yang mengakibatkan masih seringnya praktik aborsi di Indonesia adalah faktor ekonomi, sosio-kultural, dan kurangnya pemahaman agama dan akibat aborsi sendiri.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH 222/08 Fel p
Uncontrolled Keywords: ABORTUS PROVOCATUS; LAW AND LEGISLATION
Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV7231-9960 Criminal justice administration
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
Iqbal Felisiano, 030416066UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorTilly A.A Rampen, S.H., M.S.UNSPECIFIED
Depositing User: Tn Hatra Iswara
Date Deposited: 24 Nov 2008 12:00
Last Modified: 03 Jul 2017 23:06
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/14006
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item