PERJANJIAN KERJASAMA PENGUSAHAAN SPBU PERTAMINA "PASTI PAS"

RISKA PURBASARI, 030516301 (2009) PERJANJIAN KERJASAMA PENGUSAHAAN SPBU PERTAMINA "PASTI PAS". Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2010-purbasarir-11956-abstrak-p.pdf

Download (407kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2010-purbasarir-10699-fh158-p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (730kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Bahwa Perjanjian Kerjasama Pengusahaan SPBU PERTAMINA PASTI PAS yang tergolong baru dalam bisnis bahan bakar PERTAMINA ini melibatkan pengusaha yang bertindak sebagai “middle man” atau pedagang perantara. Jika dibandingkan dengan perjanjian lain yang juga melibatkan pedagang perantara seperti perjanjian keagenan dan perjanjian distribusi, perjanjian ini lebih berkarakteristik sebagai perjanjian waralaba karena memiliki kriteria waralaba sebagaimana diatur pada pasal 3 PP Nomor 42 tahun 2007 tentang Waralaba. Kriteria tersebut meliputi ciri khas usaha, terbukti sudah memberikan keuntungan, memiliki standar pelayanan yang dibuat secara tertulis, mudah diajarkan dan diaplikasikan, adanya dukungan yang berkesinambungan dari PERTAMINA, serta terdapat Hak Kekayaan Intelektual yang telah terdaftar. Seperti perjanjian waralaba pada umumnya, perjanjian ini merupakan perjanjian baku yang dibuat oleh pihak PERTAMINA, sehingga terdapat ketidakseimbangan pembebanan kewajiban antara pihak PERTAMINA dengan pihak pengusaha, serta banyaknya klausul larangan yang juga lebih memberatkan pihak pengusaha Bahwa dalam hal tanggung gugat yang terkait dengan wanprestasi, pada perjanjian ini terdapat ketidakseimbangan pengaturan, yakni apabila yang melakukan wanprestasi adalah pihak pengusaha maka pihak pengusaha diwajibkan oleh PERTAMINA untuk melakukan pemenuhan prestasi. Dalam hal ini, PERTAMINA memberikan waktu kepada pihak pengusaha untuk melaksanakannya dalam kurun waktu 14 (empat belas) hari kalender, terhitung sejak pihak pengusaha menerima peringatan tertulis tersebut dan apabila tidak dilakukan maka PERTAMINA berhak memutuskan perjanjian ini secara sepihak. Berbeda halnya apabila PERTAMINA yang melakukan wanprestasi, dalam perjanjian ini tidak dijelaskan mengenai kewajiban PERTAMINA untuk melakukan pemenuhan prestasi seperti halnya ketika pengusaha yang melakukan wanprestasi. Dalam hal adanya perselisihan, maka upaya hukum yang dapat ditempuh adalah melalui jalur litigasi (pengadilan) atau jalur non-litigasi (arbitrase di Badan Arbitrase Nasional Indonesia).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH 158 09 Pur p
Uncontrolled Keywords: ENVIRONMENTAL PROTECTION;ROLIUM CONTRACT
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3840-4375 Regulation of industry, trade, and commerce. Occupational law
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
RISKA PURBASARI, 030516301UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAGUS YUDHA HERNOKO, Dr., S.H., M.H.UNSPECIFIED
Depositing User: Tn Hatra Iswara
Date Deposited: 25 May 2010 12:00
Last Modified: 12 Sep 2016 08:18
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/14040
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item