ANALISA PEMBIAYAAN MUDHARABAH DALAM RANGKA PENERAPAN PRINSIP KEHATI - HATIAN

Devina Tita Yustisia, 030516243 (2010) ANALISA PEMBIAYAAN MUDHARABAH DALAM RANGKA PENERAPAN PRINSIP KEHATI - HATIAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2010-devinatita-11963-abstrak-9.pdf

Download (305kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2010-devinatita-10706-fh1680-a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (595kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pembiayaan mudharabah adalah pembiayaan menggunakan akad mudharabah muqayyadah berupa kerjasama atau kemitraan antara pemilik dana atau (shahibul maal) dengan pihak lain ( mudharib) yang mempunyai keahlian mengelola usaha yang produktif dan halal, yang mana pihak shahibul maal memberikan batasan mengenai jenis usaha, daerah usaha, maupun tentang batas waktu usaha. Pihak shahibul maal tidak mempunyai hak untuk mencampuri manajemen dari usaha yang dibiayai tersebut, akan tetapi dapat melakukan pengawasan. Pembagian hasil usaha dilakukan sesuai dengan nisbah yang disepakati bersama dengan menggunakan prinsip bagi hasil (revenue sharing) dan kerugian dalam usaha yang dibiayai akan ditanggung oleh bank, kecuali jika kerugian tersebut disebabkan oleh kelalaian nasabah atau melanggar persyaratan yang telah disepakati. Analisa pembiayaan merupakan tahapan penting dalam suatu pembiayaan mudharabah, oleh karena risiko dalam pembiayaan mudharabah sangat besar (diantaranya adalah Side streaming, lalai dan kesalahan yang disengaja, penyembunyian keuntungan oleh nasabah) dan mengingat pula bahwa dana pembiayaan mudharabah tersebut berasal dari dana nasabah penyimpan dana. Dengan melakukan analisa pembiayaan diharapkan dapat diketahui tingkat keberhasilan ataupun kegagalan dari suatu pembiayaan. Analisa pembiayaan menggunakan beberapa cara, yaitu dengan menganalisa pada faktor 5C (character, capacity, capital, collateral, dan condition of economy), 5P ( party, purpose,payment, profitability, protection), atau 3R (Retuns, repayment, risk bearing ability). Apabila analisa pembiayaan mudharabah tidak dilakukan dengan cermat maka risiko dari pembiayaan dapat terjadi yang pada akhirnya menimbulkan pembiayaan bermasalah dan berpengaruh pula terhadap tingkat kesehatan maupun kestabilan bank syariah yang mengeluarkan pembiayaan itu sendiri maupun secara luas juga bisa berdampak pada dunia perbankan di Indonesia khususnya perbankan syariah. Dengan demikian perlu ada upaya pengamanan dalam pembiayaan mudharabah, yaitu berupa pengawasan dari bank syariah terhadap pembiayaan mudharabah yang sudah disalurkan yaitu dengan melakukan monitoring secara acak, monitoring periodik, maupun dengan mengaudit laporan keuangan. Disamping itu juga terdapat lembaga-lembaga yang melakukan pengawasan terhadap bank syariah, yaitu Dewan Pengawas Syariah (DPS) dari internal bank syariah sendiri, maupun pengawasan dari pihak luar bank syariah yaitu Bank Indonesia (BI) dan dalam rangka pemeriksaan, BI dapat memerintahkan kantor akuntan publik atau pihak lain yang menurut penilaian BI memiliki kompetensi untuk melaksanakan pemeriksaan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH 168 09 Yus a
Uncontrolled Keywords: BANKING LAW
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP174-190 The practice of Islam
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
Devina Tita Yustisia, 030516243UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorTrisadini Prasastinah Usanti, , S.H., M.H.UNSPECIFIED
Depositing User: Tn Hatra Iswara
Date Deposited: 25 May 2010 12:00
Last Modified: 12 Sep 2016 08:20
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/14044
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item