DUGAAN "MALPRAKTEK MEDIS" DALAM PELAYANAN KESEHATAN

Shinta rachma Damayanti, 030516281 (2009) DUGAAN "MALPRAKTEK MEDIS" DALAM PELAYANAN KESEHATAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2010-damayantis-14033-fh2310-k.pdf

Download (89kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2010-damayantis-11878-fh2310-d.pdf
Restricted to Registered users only

Download (970kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dalam hal pelaksanaan disiplin kedokteran apabila dokter melakukan kesalahan yang bertentangan dengan standar profesi medis (SPM), kode etik profesi, serta undang-undang yang berlaku baik disengaja maupun akibat kelalaian yang menimbulkan akibat yang serius bagi pasien yang berupa kematian ataupun kerugian dapat dikategorikan sebagai “malpraktek medis”. Pemenuhan terhadap SPM dan informed consent merupakan satu-satunya ketentuan dasar untuk meniadakan sifat bertentangan hukum dari suatu tindakan medis. Dalam kasus Sisi A. Chalik, dokter melakukan kesalahan dengan melakukan perubahan pada tindakan medis tanpa persetujuan pasien (informed consent), dalam tindakan tersebut dokter melakukan kelalaian yang mengakibatkan cacat karena Sisi harus menggunakan kolostomi (lubang pembuangan di perut) seumur hidupnya yang seharusnya tidak diperlukan bila dokter tidak lalai. 4.1.2. Selain melalui MKEK dan MKDKI pasien yang merasa dirugikan dapat sekaligus melaporkan adanya dugaan tindak pidana berdasarkan pasal 359, 360 dan 361 KUHP kepada pihak kepolisian atau menggugat perdata ke pengadilan berdasarkan pasal 1239 BW karena wanprestasi atau 1365 BW karena perbuatan melawan hukum. Dalam pembuktian “malpraktek medis” pasien menjadi pihak yang dirugikan karena awam dalam bidang kedokteran. Minimnya dokter yang mau menjadi ahli diduga karena kewajiban dokter terhadap sejawatnya untuk melindungi rekan sejawatnya. Dalam kasus Sisi A. Chalik, dr. Kartono Mohamad menjadi saksi ahli dengan memberikan keterangan yang obyektif yang menjadi dasar bagi hakim dalam menjatuhkan putusan yaitu berdasarkan pasal 1365 BW karena dokter dinilai tidak berhati-hati sehingga menimbulkan kerugian bagi pasien yang harus menggunakan kolostomi seumur hidupnya yang seharusnya tidak diperlukan bila dokter berhati-hati dalam pelaksanaan operasi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Kkb kk-2 fh 23/10 Dam d
Uncontrolled Keywords: MEDICAL LAW AND LEGISLATION
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3601-3611 Medical legislation
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA1-418.5 Medicine and the state > RA399 Regulation of medical practice. Evaluation and quality control of medical care. Medical audit
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
Shinta rachma Damayanti, 030516281UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorTilly A.A Rampen, S.H., M.S.UNSPECIFIED
Depositing User: Tn Hatra Iswara
Date Deposited: 29 Nov 2010 12:00
Last Modified: 12 Sep 2016 13:08
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/14074
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item