REHABILITASA SEBAGAI UPAYA PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK PECANDU NARKOTIKA

Erma Riastiningrum, 0030610288 (2011) REHABILITASA SEBAGAI UPAYA PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK PECANDU NARKOTIKA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-satwikaesh-16584-fh1671-k.pdf

Download (304kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-satwikaesh-13940-fh1671-p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (854kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penyalahgunaan Narkotika merupakan masalah yang sangat kompleks, yang memerlukan upaya penanggulangan secara komprehensif dengan melibatkan kerja sama multidispliner, multisektor, dan peran serta masyarakat secara aktif yang dilaksanakan secara berkesinambungan, konsekuen dan konsisten. Penyebab penyalahgunaan Narkotika ini sangat kompleks akibat interaksi antara faktor yang terkait dengan individu, faktor lingkungan dan faktor tersedianya Narkotika. Penyalahgunaan Narkotika pada umumnya dilakukan pada masa anak-anak atau remaja, sebab anak-anak atau remaja berada dalam masa transisi dimana mereka sedang mengalami perubahan biologis, psikologis maupun sosial yang pesat sehingga rentan untuk melakukan penyalahgunaan Narkotika yang berakibat terjadinya kecanduan Narkotika. Perlindungan hukum terhadap Anak Pecandu Narkotika diperlukan karena adanya kondisi yang khas pada anak dan kondisi kejiwaan anak. Perlindungan tersebut bertujuan untuk melindungi kepentingan anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi dimana hal tersebut didasarkan pada ketentuan dalam Convention of The Right of The Child (CRC) atau Konvensi Hak Anak Tahun 1989, Undang-undang No. 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak, Undang-undang No. 22 Tahun 1997 Tentang Narkotika yang telah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku oleh Undangundang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan Undang-undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Rehabilitasi terhadap Anak Pecandu Narkotika dapat diterapkan melalui Diskresi Polri maupun Putusan Pengadilan dimana dengan penerapan Rehabilitasi tersebut anak yang menjadi pecandu Narkotika diharapkan dapat sembuh dari ketergantungan terhadap Narkotika baik secara fisik maupun psikis dan mereka dan tidak dituntut pidana. Dapat disimpulkan bahwa dengan menempatkan anak pecandu narkotika pada panti rehabilitasi untuk memperoleh pengobatan dan/atau perawatan maka semua hal yang menyangkut kebebasan dan hak asasi anak serta berbagai kepentingan yang berhubungan dengan kesejahteraan yang merupakan tujuan dari perlindungan hukum bagi anak dapat terpenuhi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH 168 /10 Ria r
Uncontrolled Keywords: PROTECTION-LAW AND LEGISLATION; NARCOTICS
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K1700-1973 Social legislation
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
Erma Riastiningrum, 0030610288UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorASTUTIK, SH., MH.UNSPECIFIED
Depositing User: Turwulandari
Date Deposited: 21 Mar 2011 12:00
Last Modified: 18 Jul 2016 07:37
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/14101
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item