PERLINDUNGAN HUKUM PARA PIHAK DALAM PERJANJIAN JUAL BELI MENURUT THE UNITED NATION CONVENTION ON CONTRACTS FOR THE INTERNATIONAL SALE OF GOODS 1980 DAN BURGERLIJK WETBOEK

RIZKI ADRIAN HARTANTO, 030710037 (2011) PERLINDUNGAN HUKUM PARA PIHAK DALAM PERJANJIAN JUAL BELI MENURUT THE UNITED NATION CONVENTION ON CONTRACTS FOR THE INTERNATIONAL SALE OF GOODS 1980 DAN BURGERLIJK WETBOEK. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-hartantori-17440-fh1091-p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (727kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Perlindungan hukum dalam suatu kontrak atau perjanjian jual beli, menempatkan kewajiban masing-masing pihak untuk saling terikat satu sama lain untuk melaksanakan kesepakatan-kesepakatan yang tertuang dalam perjanjian. Dengan telah disepakatinya kewajiban-kewajiban para pihak tersebut, maka secara tidak langsung telah melindungi hak-hak mereka (para pihak). Adapun kewajiban-kewajiban para pihak diatur didalam the United Nation Convention on Contracts for the International Sale of Goods 1980 (CISG) untuk perjanjian jual beli barang internasional dan Burgerlijk Wetboek (BW) untuk perjanjian jual beli di Indonesia. CISG merupakan sebuah konvensi internasional yang mengatur mengenai jual beli barang internasional. Jual beli barang internasional ini memiliki karakteristik tersendiri sehingga CISG menyeragamkan aturan jual beli barang yang berlaku untuk jual beli yang melintasi batas Negara. BW merupakan bagian dari hukum positif di Indonesia, dimana mengatur bermacam-macam ketentuan hukum privat termasuk jual beli didalamnya. Jual beli didalam BW diatur secara umum didalam buku ketiga tentang perikatan. Namun dalam menerapkan jual beli masih perlu melihat ketentuan yang berkaitan, dimana ketentuan tersebut diatur dalam buku kedua tentang kebendaan. Ketentuan jual beli yang di atur oleh CISG dan BW pada dasarnya mengatur sama, namun juga terdapat perbedaan pengaturan jual beli. Perbedaan itu seperti kewajiban-kewajiban penjual, kewajiban-kewajiban pembeli, upaya hukum para pihak. Antara CISG dan BW dapat digunakan sebagai dasar para pihak dalam pembuatan kontrak jual beli internasional, yaitu melalui choice of law yang telah disepakati para pihak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH 109/11 Har p
Uncontrolled Keywords: CONTRACT
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5001-6182 Business
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K1000-1395 Commercial law
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
RIZKI ADRIAN HARTANTO, 030710037UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorKOESRIANTI, , S.H., LL.M., Ph.D.UNSPECIFIED
Depositing User: Turwulandari
Date Deposited: 11 Nov 2011 12:00
Last Modified: 19 Jul 2016 04:42
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/14139
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item