KEDUDUKAN BERKUASA WARIS LOMPAT TANGAN DAN KEWENANGANNYA BERACARA DI MUKA PENGADILAN

ALEX WULAN FAHRI LUMBANTOBING, 030215460 (2011) KEDUDUKAN BERKUASA WARIS LOMPAT TANGAN DAN KEWENANGANNYA BERACARA DI MUKA PENGADILAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-lumbantobi-21084-fh1541-k.pdf

Download (357kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-lumbantobi-17663-fh1541-k.pdf
Restricted to Registered users only

Download (987kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Hukum waris di Indonesia pada umumnya mengatur mengenai perpindahan kekayaan / harta warisan yang biasa disebut boedel dalam kaitannya dengan asas Saisine. Hal yang demikian terjadi antara pewaris selaku pemilik harta dengan para ahli warisnya. Namun demikian dapat terjadi pula dengan suatu wasiat, seorang pewaris memindahkan / memberikan bagian harta yang telah bebas dari kewajiban untuk diberikan menurut pasal 913 BW tentang bagian mutlak kepada para pihak yang didalam hukum waris disebut pihak yang mengharapkan / verwachters dengan pewarisan secara lompat tangan / fidei commis. Fidei commis merupakan pewarisan dimana seorang pewaris menyuruh menyimpan harta peninggalannya untuk diberikan kepada verwachters pada waktunya. Pihak yang lalu bertanggung jawab untuk menyimpan barang tersebut disebut waris lompat tangan / bezwaarde. Bezwaarde dalam kewajibannya untuk menyimpan boedel selama waktu beban menarik semua benda yang menjadi obyek fidei commis kedalam penguasaannya, hal demikian menjadikan bezwaarde menjadi penguasa atas boedel dan dengan demikian menurut pasal 529 BW, ia memiliki kedudukan berkuasa atas boedel. Lebih lanjut ialah dalam hubungannya dengan sekalian ahli waris, penguasaan bezwaarde yang demikian tidak dapat diganggu gugat karena pada dasarnya seorang bezwaarde bertindak untuk dan atas nama verwachters yang berdasarkan wasiat pewaris, juga merupakan ahli waris yang sah. Demikian juga dalam kewenangannya beracara di muka pengadilan, seorang bezwaarde adalah berhak untuk mempertahankan boedel terhadap pihak ketiga sebagai kewajibannya untuk mengurus boedel sebagaimana telah dibebankan kepadanya menurut wasiat pewaris, oleh karena itu dalam pelaksanaannya, seorang bezwaarde tidak membutuhkan suatu pemberian kuasa baik oleh pewaris maupun sekalian verwachters, namun bezwaarde bertindak menurut jabatannya sesuai wasiat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK2 FH 154/11 Lum k
Uncontrolled Keywords: INHERITANCE AND SUCCESSION
Subjects: K Law > KB Religious law in general > KB1-4855 Religious law in general. Comparative religious law. Jurisprudence > KB400-4855 Interdisciplinary discussion of subjects > KB632-636.2 Inheritance and succession
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
ALEX WULAN FAHRI LUMBANTOBING, 030215460UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorLisman Iskandar, , S.H.,M.S.UNSPECIFIED
Depositing User: Turwulandari
Date Deposited: 24 Nov 2011 12:00
Last Modified: 20 Jul 2016 08:06
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/14168
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item