TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG PERKAWINAN WANITA HAMIL

Fitri Amelia, 030111101 U (2005) TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG PERKAWINAN WANITA HAMIL. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-ameliafitr-4077-fh91_07-k.pdf

Download (345kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-ameliafitr-4077-fh91_07.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Perkawinan yang terjadi pada wanita hamil disebabkan oleh banyak faktor. Faktor-faktor tersebut adalah faktor intern yaitu psikologis dan faktor ekstern yang terbagi dalam 3 hal yaitu budaya, ekonomi dan sosial. Faktor psikologi disini adalah faktor yang mendorong dari dalam diri wanita tersebut, seperti : agar terhindar dari aib dan rasa malu, mendapatkan status yang sah dan jelas, agar kehormatan keluarga bisa terjaga, memberikan status atau kedudukan anak secara jelas dan pasti sebagai anak sah. Sedangkan faktor budaya adalah akibat dimasyarakat banyak anak-anak remaja melakukan free sex atau seks bebas. . faktor ekonomi biasanya hanya menimpa pada golongan menengah kebawah yang melakukan hubungan luar nikah untuk mendapatkan uang, faktor sosial disini maksudnya adalah perbedaan status sosial diantara pasangan muda-mudi yang melakukan hubungan luar nikah demi mendapatkan restu dari orang tua mereka. Perkawinan pada wanita hamil yang jadi masalah adalah pada status hukum perkawinannya dan status hukum anak yang dikandung oleh wanita hamil tersebut. Mengenai status hukum perkawinan wanita hamil berdasarkan Kompilasi Hukum Islam pasal 53 dan pasal 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 serta Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 maka perkawinan tersebut sah adanya, sedangkan status hukum anak yang dikandung menurut hukumnya adalah sah apabila wanita tersebut menikah sebelum is melahirkan. Apabila perkawinan dilangsungkan setelah melahirkan maka status hukumnya tidak akan memiliki hubungan nasab dengan ayahnya, sehingga ayah kandungnya tidak dapat menjadi wali bagi anak tersebut, karena anak tersebut hanya memiliki hubungan nasab dengan ibu kandungnya saja. Ketentuan yang demikian diatur dalam pasal 100, pasal 103 dan pasal 186 Kompilasi Hukum Islam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH. 91/07 Ame t
Uncontrolled Keywords: PERKAWINAN WANITA HAMIL
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP174-190 The practice of Islam
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K7000-7720 Private international law. Conflict of laws > K7120-7197 Persons > K7155-7197 Domestic relations. Family law > K7157-7179 Marriage. Husband and wife
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Dasar Ilmu Hukum
Creators:
CreatorsEmail
Fitri Amelia, 030111101 UUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorLilik Kamilah, Hj.,SH.,M.HumUNSPECIFIED
ContributorUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 02 Apr 2007 12:00
Last Modified: 12 Aug 2016 01:33
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/14210
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item