PERDAGANGAN (TRAFIKING) PEREMPUAN DITINJAU DARI HUKUM ISLAM

Ria Kusumaningati, 030111246 (2006) PERDAGANGAN (TRAFIKING) PEREMPUAN DITINJAU DARI HUKUM ISLAM. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-kusumaning-2996-fh377_0-k.pdf

Download (360kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-kusumaning-2996-fh377_06.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Perempuan dalam Hukum Islam memiliki kedudukan yang sama dan sederajat dengan laki-laki. Demikian mulianya perempuan dalam Islam sampai Nabi Muhammad S.A.W. bersabda bahwa .surges ada di telapak kaki ibu. Dalam ajaran Islam tidak ada perbedaan yang mengakibatkan salah satu lebih tinggi daripada yang lain, hak-hak mereka adalah sarna dan setara. Dengan demikian perempuan memiliki pula hak-hak di bidang politik, ekonomi, pekerjaan, memperoleh pendidikan, pelayanan kesehatan dan hak-hak lain di bidang sosial. Demikian pula hukum positif nasional telah mengatur dan memberikan pengakuan dan perlindungan terhadap hak dan kedudukan perempuan, namun seringkali pandangan sosial budaya sebagian masyarakat pada umumnya yang didasari pada pemahaman yang keliru mengenai ajaran agama, khususnya ajaran Islam, telah memarginalkan perempuan, sehingga perempuan memiliki kedudukan subordinat dan dipandang sebagai objek sehingga rentan sebagai korban dalam praktik perdagangan perempuan. Pengakuan Hukum Islam terhadap hak dan kesetaraan kedudukan antara laki¬laki dan perempuan telah memberikan konsekuensi bahwa perempuan adalah subjek dalam masyarakat yang untuk itu is memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagaimana laki-laki. Untuk itu praktik perdagangan perempuan yang dilakukan dengan maksud hanya untuk meraih keuntungan sepihak dengan merugikan perempuan yang dijadikan objek adalah suatu perbuatan yang dilarang, keji dan munkar. Pandangan Hukum Islam yang demikian ini adalah selaras dengan maksud dan kebijakan pemerintah yang tertuang dalam hukum nasional, untuk itu keselarasan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai potensi dan peluang bagi upaya. penghapusan praktik perdagangan perempuan. Melalui pemahaman akan ajaran agama Islam yang benar diharapkan akan mampu mengubah pandangan sosial budaya masyarakat terhadap perempuan, sehingga praktik perdagangan perempuan dapat dikurangi melalui pencegahan baik oleh keluarga maupun masyarakat luas.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH.377/06 Kus p
Uncontrolled Keywords: WOMEN IN ISLAM: WOMEN - SOCIAL CONDITIONS
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion
B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion > BL458 Women in Comparative Religion
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
Ria Kusumaningati, 030111246UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHJ. Lilik Kamilah, S.H.,M.Hum.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 24 Nov 2006 12:00
Last Modified: 27 Jul 2016 05:56
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/14226
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item