KEWAJIBAN BEKAS SUAMI TERHADAP BEKAS ISTERI DAN ANAK AKIBAT PUTUSNYA PERKAWINAN

CINANTYA RIZKY DEWI SANTOSA, 030111173 U (2007) KEWAJIBAN BEKAS SUAMI TERHADAP BEKAS ISTERI DAN ANAK AKIBAT PUTUSNYA PERKAWINAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-santosacin-4016-fh86_07-k.pdf

Download (350kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-santosacin-4016-fh86_07.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Berdasarkan uraian pembahasan yang terdapat dalam bab-bab sebelumnya, maka pada bab penutup ini penulis memberikan kesimpulan terhadap permasalahan yang diangkat yaitu tentang kewajiban mantan suami setelah perceraian, sebagai berikut : a. Tanggung jawab bekas suami terhadap bekas isteri dan anak-anaknya setelah putusan perceraian yang dikeluarkan oleh Pengadilan Agama, adalah untuk tanggung jawab atau kewajiban suami setelah perceraian jika tercantum di dalam gugatan dan disetujui oleh Pengadilan Agama maka hal tersebut harus dilaksanakan oleh suami. Tetapi jika tidak tercantum dalam gugatan dan bila Pengadilan Agama tidak menyetujui gugatan dari isteri tentang kewajiban suami setelah perceraian, berarti setelah putusan perceraian dikeluarkan/ dijatuhkan oleh majelis hakim, tidak ada yang harus diberikan oleh bekas suami terhadap isteri dan anak-anaknya. Untuk kewajiban suami yang tercantum dalam gugatan dan disetujui oleh bekas suami, maka harus melaksanakan putusan Pengadilan Agama itu dengan sebaik-baiknya. Tetapi pada prakteknya pelaksanaan untuk memberikan biaya naflcah bagi bekas isteri dan biaya pendidikan bagi anak-anaknya hanya berjalan beberapa waktu saja, hal ini akan berhenti sama sekali jika bekas suami tersebut telah menikah lagi. Sejauh ini untuk masalah terhentinya biaya-biaya tersebut, isteri tidak lagi mengadakan gugatan kembali terhadap mantan suaminya. Karena mengajukan gugatan ke Pengadilan Agama hams keluar biaya dan perlu persiapan mental serta terbuangnya waktu, sehingga isteri lebih baik memilih untuk pasrah dan berusaha membiayai kebutuhan hidupnya sendiri beserta anak-anaknya. b. Adanya beberapa faktor yang menyebabkan pelaksanaan gugatan Pengadilan Agama tentang kewajiban bekas suami memberikan biaya penghidupan kepada isteri dan biaya pendidikan kepada anak-anaknya kurang sesuai dalam arti pelaksanaannya kurang efektif. Hal ini disebabkan karena faktor kesadaran dan keadaan dari bekas suami, artinya kurangnya niat suami untuk membantu isteri dan anak serta kurang atau tidak memahami ajaran Islam tentang hakekat perkawinan dan arti dari perceraian itu sendiri. Dan juga faktor ekonomi dari bekas suami mencukupi atau tidak dapat membantu biaya penghidupan dan biaya pemeliharaan yang dibutuhkan oleh isteri dan anak-anaknya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH. 86/07 San k
Uncontrolled Keywords: KEWAJIBAN BEKAS SUAMI
Subjects: H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ1-2044 The Family. Marriage. Women > HQ503-1064 The family. Marriage. Home > HQ811-960.7 Divorce
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K7000-7720 Private international law. Conflict of laws > K7120-7197 Persons > K7155-7197 Domestic relations. Family law > K7157-7179 Marriage. Husband and wife
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K7000-7720 Private international law. Conflict of laws > K7120-7197 Persons > K7155-7197 Domestic relations. Family law > K7181-7197 Parent and child. Guardian and ward
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
CINANTYA RIZKY DEWI SANTOSA, 030111173 UUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorABDUL SHOMAD, Drs.,SH.,MHUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 28 Mar 2007 12:00
Last Modified: 12 Oct 2016 04:37
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/14240
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item