AKAD IJARAH DALAM PENERBITAN KARTU KREDIT SYARIAH DI BANK DANAMON SYARIAH

FIRMAN PRIAMBODO, 030415927 (2008) AKAD IJARAH DALAM PENERBITAN KARTU KREDIT SYARIAH DI BANK DANAMON SYARIAH. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-priambodof-8091-fh61_08-k.pdf

Download (348kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2008-priambodof-7876-fh61_08.pdf
Restricted to Registered users only

Download (814kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pada dasarnya pada proses penerbitan kartu kredit syariah khususnya pada Dirham Card yang dikeluarkan oleh Bank Danamon Syariah memakai akad Ijarah yang merupakan perjanjian sewa-menyewa atas suatu barang atau upah mengupah atas suatu jasa dalam waktu tertentu melalui pembayaran sewa atau imbalan jasa, hal ini sangat tepat sehingga dalam penerapannya tidak menimbulkan riba (bunga) seperti halnya pada kartu kredit bank konvensional yang memang diharamkan hukumnya. Dalam penerapan akadnya, yaitu ketentuan obyek ijarah, maka dalam pemberian kredit pads kartu kredit syariah (Dirham Card) disini Bank sebagai pemberi manfaat jasa memberikan jasanya yang diwujudkan berupa penyediaan jasa sistem pembayaran dan pelayanan terhadap pemegang kartu (pengguna jasa) yang nantinya atas Sarah ini pemegang kartu dikenakan membership fee (biaya keanggotaan) baik bulanan maupun tahunan yang dianggap sebagai imbalan jasa (upah) terhadap pemakaian jasa sistem yang telah diberikan oleh Bank. Namun, dalam sistem penghitungan monthly membership fee tidak sepenuhnya ditangguhkan oleh pemegang kartu, pada penghitungannya juga dikenal cash rebate dan cash reward yang bisa membantu mengurangi jumlah dari monthly membership fee setiap bulannya. Cash rebate disini adalah pembayaran kembali sejumlah uang oleh pihak bank yang bergantung dengan banyaknya jumlah pembayaran terhadap tagihan (depend on payment) oleh pemegang kartu. Sedangkan cash reward bergantung pada pemakaian pada setiap transaksinya (depend on usage). Bahkan, apabila tidak dipakai untuk bertransaksi sama sekali, maka bank akan secara otomatis memotong monthly, membership fee sehingga habis dikurangi, dengan kata lain tidak perlu membayar monthly membership fee pada bulan tersebut. Sehingga dalam penerapannya, sifat dari pengenaan monthly membership fee tidak memberatkan pihak Nasabah atau Pemegang Kartu. Dalam menyelesaikan peselisihan pada pembiayaan Ijarah pada Syariah Card dapat dilakukan melaui jalur musyawarah mufakat, apabila tidak tercapai, maka dapat dilanjutkan pada proses penyelesaian sengketa ke Badan Arbitrase Syariah atau lebih dikenal dengan BASYARNAS (Badan Arbitrase Syariah Nasional) dengan persetujuan bersama dalam waktu tertentu. Dalam penerapannya, setiap sengketa yang potensial muncul antara nasabah dengan bank syariah, variasinya dapat bermacam-macam pilihan penyelesaian yang sepenuhnya diserahkan kepada para pihak yang terkait dalam menyelesaikan sengketanya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH. 61/08 Pri a
Uncontrolled Keywords: AKAD IJARAH; KARTU KREDIT
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP1-253 Islam
H Social Sciences > HG Finance > HG1-9999 Finance > HG3691-3769 Credit. Debt. Loans
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K1000-1395 Commercial law > K1024-1132 Commercial contracts > K1066-1089 Banking
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
FIRMAN PRIAMBODO, 030415927UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorABDUL SHOMAD, Drs.,SH.,MHUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 14 Nov 2008 12:00
Last Modified: 05 Jul 2017 18:39
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/14255
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item