Penggunaan Laporan Intelijen Sebagai Alat Bukti Permulaan Dalam Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme di Indonesia

Nyoman Yustisia P.R, 030315572 (2008) Penggunaan Laporan Intelijen Sebagai Alat Bukti Permulaan Dalam Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme di Indonesia. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-nyomanyust-8239-fh308_0-k.pdf

Download (329kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2008-nyomanyust-8048-fh308_08.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tindak Pidana Terorisme merupakan kejahatan yang dilaksanakan secara sistematik, meluas serta terorganisir yang di dalamnya terkandung adanya perencanaan dan penggunaan sarana dan prasarana yang berbasis pada IPTEK, serta dengan tujuan ideologis dengan akibat luar biasa karena mengorbankan masyarakat luas bahkan dapat menggoyahkan tatanan sosial, budaya, hukum, dan ekonomi suatu negara. Dengan demikian kejahatan terorisme dipahami sebagai kejahatan yang bersifat kompleks dan multidimensi. Mengingat terorisme sebagai kejahatan yang serius dengan akibat luar biasa, maka penanganannya harus bersifat khusus. Yang dimaksudkan dengan penanganan secara khusus adalah bahwa penanganan atas kejahatan tersebut dilakukan secara utuh dan menyeluruh serta perlu mendapat dukungan secara luas serta kedmama dari semua elemen masyarakat serta kerjasama antar negara. Dengan menggunakan istilah "dapat meoggunakan" dalam Pasal 26 ayat (1) memberikan kemungkinan kepada Kepolisian menggunakan sumber, data, atau laporan lain untuk digunakan sebagai bukti dan penahanan terhadap tersangka tindak pidana terorisme. Akibat yang timbul dalam penggunaan setiap sumber, data, atau laporan yang digunakan sebagai bukti permulaan tersebut adalah pengingkaran sumber informasi apabila terdapat gugatan praperadilan dari tersangka, keluarga, atau penasihat hukumnya. Sisi lain dari UU Antiterorisme adalah pemberian kewenangan yang sangat besar kepada aparat penegak hukum dalam pengungkapan fakta secara efektif dalam proses peradilan pidana terhadap tindak pidana terorisme. Pasal 27 Undang — Undang No. 15 Tahun 2003 tentang alat bukti dalam tindak pidana terorisme yang tetap menunjuk pada Pasal 21 jo183 KUHAP.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH. 308/08 Nyo p
Uncontrolled Keywords: Laporan Intelijen; Alat Bukti Permulaan; Terorisme
Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV6001-7220.5 Criminology > HV6251-6773.55 Crimes and offenses
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K5000-5582 Criminal law and procedure > K5015.4-5350 Criminal law
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Nyoman Yustisia P.R, 030315572UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorBambang Suheryadi, SH.,M.HumUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 01 Dec 2008 12:00
Last Modified: 12 Aug 2016 02:33
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/14268
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item