MAKNA CINTA DALAM KUMPULAN PUISI WAKANASHU KARYA SHIMAZAKI TOSON

SICHA TRI SURYANI DEWI, 121113021 (2015) MAKNA CINTA DALAM KUMPULAN PUISI WAKANASHU KARYA SHIMAZAKI TOSON. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-dewisichat-38590-4.abst-k.pdf

Download (217kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2015-dewisichat-38590-1.FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Shimazaki Toson dikenal sebagai penyair romantisme Jepang yang pertama. Shimazaki Toson dipuji oleh para kritikus sastra atas bentuk sastra Jepang baru melalui salah satu kumpulan puisinya dan sebagai salah satu penggerak kesusastraan Romantisme Meiji. Setelah menerbitkan empat kumpulan puisi lain, Shimazaki Toson memulai prosa fiksi. Objek penelitian ini adalah salah satu karya Shimazaki Toson ini yang merupakan koleksi puisi romantisme berjudul Wakanashu. Wakanashu adalah karya pertama Shimazaki Toson. Publikasi pertama buku yang dipengaruhi Barat ini yakni pada tahun 1897 atau Meiji 28. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan makna cinta di balik struktur unik kumpulan puisi ini atas tema cintanya ketika cinta itu tidak populer untuk digunakan sebagai tema puisi. Selain itu, strukturnya pun tidak biasa dalam puisi. Bagian-bagian yang tidak biasa adalah penggunaan kosakata terkait alam seperti tumbuh-tumbuhan, tipografi rapi dan tidak biasa, dan penggunaan huruf yang tidak umum. Untuk mengungkap makna cinta sebagai tema kumpulan puisi, penelitian ini menggunakan teori struktural dan teori semiotika. Setelah itu, untuk memahami arti cinta dan tujuan penciptaan kumpulan puisi, penelitian dilanjutkan dengan pembacaan semiotika, kemudian menemukan hubungan intertekstualitas puisi ini dengan teks-teks lain, dan menemukan arti cinta pada masyarakat Jepang masa itu . Dengan menggunakan teori-teori untuk penelitian ini, peneliti menemukan bahwa Wakanashu berbicara tentang beberapa objek cinta seperti cinta sesama, cinta erotis, cinta Allah, dan cinta secara umum, tetapi objek yang paling mendominasi adalah cinta Allah. Ini berarti bahwa Shimazaki Toson ingin memberitahu bahwa cinta yang ideal adalah cinta Allah melalui karya-karyanya yang diterbitkan ketika orang Jepang dominan percaya dan mempraktekkan cinta erotis. Selain itu, koleksi puisi ini diterbitkan sampai sepuluh tahun yang lalu. Ini berarti bahwa penerbit berpikir bahwa Wakanashu masih diperlukan di masa itu. Pikiran ini mengatakan bahwa bahkan saat itu atau saat ini orang Jepang masih memiliki pemikiran yang berbeda tentang cinta dengan konsep Shimazaki Toson tentang cinta dalam karyanya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS.J.28/15 Dew m
Uncontrolled Keywords: romanticism, nature, semiotics
Subjects: P Language and Literature > PA Classical philology > PA3520-3564 Criticism, interpretation, etc.
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Jepang
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
SICHA TRI SURYANI DEWI, 121113021UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorKukuh Yudha Karnanta, S.S., M.A.UNSPECIFIED
Depositing User: mrs hoeroestijati beta
Date Deposited: 08 Oct 2015 12:00
Last Modified: 06 Sep 2016 04:51
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/14356
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item