KEMAMPUAN BERBAHASA INDONESIA PENDERITA AFASIA BROCA PASCASTROKE DI RSUD GAMBIRAN KEDIRI: ANALISIS FONOLOGI, MORFOLOGI, DAN SINTAKSIS

AHMAD SAIFI ATHOILLAH, 121011009 (2014) KEMAMPUAN BERBAHASA INDONESIA PENDERITA AFASIA BROCA PASCASTROKE DI RSUD GAMBIRAN KEDIRI: ANALISIS FONOLOGI, MORFOLOGI, DAN SINTAKSIS. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2014-athoillaha-31030-8.abstr-k.pdf

Download (385kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
14502.compressed.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan berbahasa Indonesia dalam ranah bidang fonologi, morfologi, dan sintaksis pada penderita Afasia Boca pascastroke di RSUD Gambiran Kediri. Objek penelitian adalah penderita Afasia Broca pascastroke. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan teknik pengambilan data secara accidental sampling. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini berlandaskan pada kajian Psikolinguistik. Dalam kajian Afasia, analisis pemahaman menggunakan teori Afasia Dharmaperwira-Prins dan Mass (2002). Sedangkan kajian fonologi, morfologi, dan sintaksis menggunakan teori linguistik umum Abdul Chaer (2003). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap penderita Afasia Broca pascastroke mempunyai kemampuan berbeda-beda dalam mengujarkan bahasa Indonesia. Kemampuan berbahasa Indonesia yang berbeda tersebut terlihat dari bidang fonologi, morfologi, dan sintaksis. Kemampuan berbahasa Indonesia dalam bidang fonologi mengalami sulit dan ganti fonem, baik vokal maupun konsonan. Jumlah 8 dari 10 penderita mengalami kecenderungan sulit fonem vokal /a/. Sedangkan sulit fonem konsonan /c/, /f/, /h/, /k/, /l/, /m/, /n/, /q/, /r/, /s/, /t/, /v/, /z/, dan /kh/. Sedangkan ganti fonem vokal pada fonem /a/ menjadi /ə/; fonem /i/ menjadi /ay/, /e/; fonem /e/ menjadi /ə/; fonem /ɔ/ menjadi /ə/; fonem /u/ menjadi /w/; fonem /e/ menjadi /t/ pada tengah kata. Ganti fonem konsonan pada fonem /b/, /f/, /v/ menjadi fonem /p/; fonem /k/, /g/ menjadi fonem /j/. Kemampuan berbahasa Indonesia dalam bidang morfologi mengalami penghilangan morfem akibat proses pembubuhan, yaitu afiksasi, reduplikasi, dan komposisi. Dalam proses afiksasi, terdiri atas prefiks, infiks, sufiks, dan konfiks. Pada prefik, kecenderungan penghilangan terjadi pada morfem meN-, peN-, ber-, ter-, per-, dan se-. Pada infiks mengalami kecenderungan penghilangan morfem – el- dan -er-. Pada sufiks, kecenderungan penghilangan pada –i dan –nya. Sedangkan pada konfiks, kecenderungan penghilangan pada ber-an dan per-an. Pada reduplikasi penderita memiliki kecenderungan penghilangan morfem akibat fonem yang melesap, dan sulit untuk dilafakan, yaitu fonem /l/ dan /r/. Sedangkan dalam komposisi terjadi penggabungan konstruksi kata yang memiliki identitas leksikal yang berbeda atau baru. Kemampuan berbahasa Indonesia dalam bidang sintaksis adalah kecendungan keluaran dari komponen sintaksis, sehingga terjadi kekeliruan dari urutan kata atau adanya pelesaan salah satu komponen sintaksis baik S, P, O, K.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS.BI.17/14 Ath k
Uncontrolled Keywords: LANGUAGE SKILLS
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P101-410 Language. Linguistic theory. Comparative grammar
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia
Creators:
CreatorsEmail
AHMAD SAIFI ATHOILLAH, 121011009UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDrs. H. Eddy Sugiri, M.Hum., Drs. H., M.Hum.UNSPECIFIED
Depositing User: shiefti dyah alyusi
Date Deposited: 21 Apr 2014 12:00
Last Modified: 11 Jul 2017 17:18
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/14502
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item