MILITERISME DALAM NOVEL SAMAN, LARUNG,BILANGAN FU, MANJALI DAN CAKRABIRAWA, DAN LALITA KARYA AYU UTAMI: TINJAUAN STRUKTUR NARATIF VLADIMIR PROPP

ADELIA SAVITRI, 121011003 (2014) MILITERISME DALAM NOVEL SAMAN, LARUNG,BILANGAN FU, MANJALI DAN CAKRABIRAWA, DAN LALITA KARYA AYU UTAMI: TINJAUAN STRUKTUR NARATIF VLADIMIR PROPP. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (FULL TEXT)
Binder1savitriade.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2014-savitriade-35758-7.-abstr-k.pdf

Download (245kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Novel-novel Ayu Utami dari Saman, Larung, Bilangan Fu, Manjali dan Cakrabirawa, hingga Lalita memuat militerisme secara konsisten. Militerisme dalam kelima novel Ayu Utami merupakan militerisme Orde Baru hingga Reformasi. Namun demikian, militerisme dalam kelima novel Ayu Utami tidak hadir dengan porsi yang sama, tetapi berbeda-beda dalam setiap novelnya. Konsistensi dihadirkannya militerisme dalam novel-novel Ayu Utami bukan sekadar pengulangan yang tanpa makna. Oleh karenanya, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan memaknai militerisme Orde Baru dan Reformasi dalam kelima novel Ayu Utami tersebut. Dengan memanfaatkan teori struktur naratif Vladimir Propp, penelitian ini terdiri dari dua tahap analisis. Pertama, analisis mengenai identifikasi militerisme dalam kelima novel Ayu Utami yang dilakukan secara tekstual. Kedua, hasil identifikasi tersebut menunjukkan adanya unsur yang berulang terkait dengan militerisme yang disebut sebagai fungsi. Fungsi-fungsi tersebut kemudian dirumuskan sesuai dengan urutan kemunculannya dalam setiap novel. Melalui kedua tahap analisis tersebut dapat diperoleh makna militerisme dalam Saman, Larung, Bilangan Fu, Manjali dan Cakrabirawa, dan Lalita. Penelitian ini menemukan adanya sembilan fungsi yang terkait dengan militerisme dan pergeseran pandangan mengenai militer dan militerisme. Sembilan fungsi tersebut yaitu teror, politik militer, fitnah, upaya penyelamatan, penangkapan/penculikan, usaha pelarian diri, kekerasan interogasi, konflik intern militer, dan penembakan. Sembilan fungsi tersebut muncul dengan jumlah yang berbeda dalam setiap novel. Penurunan jumlah fungsi dalam kelima novel tersebut juga diikuti dengan pergeseran pemahaman tentang militer dan militerisme. Hal ini juga dipengaruhi oleh perbedaan dihadirkannya militer pada masa Orde Baru dan Reformasi. Lalita memuat jumlah fungsi paling sedikit dibandingkan novelnovel Ayu Utami yang lain dan menghadirkan militer era Reformasi yang tidak serepresif militer era Orde Baru yang digambarkan dalam Saman, Larung, Bilangan Fu, serta Manjali dan Cakrabirawa. Pergeseran dihadirkannya militer dalam Lalita tersebut menunjukkan bahwa militer tidak selalu dinilai negatif. Penilaian negatif terhadap militer merupakan akibat diterapkannya militerisme Orde Baru dalam tatanan masyarakat. Konsistensi dihadirkannya militerisme dalam novel-novel Ayu Utami dari awal kemunculannya dengan Saman hingga Lalita yang sudah berlatar Reformasi dapat dimaknai sebagai usaha untuk tidak dengan mudah melupakan “dosa-dosa” militerisme Orde Baru meskipun sudah memasuki era Reformasi serta harapan bagi bangsa ini untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti militerisme Orde Baru.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS BI. 25/14 Sav m
Uncontrolled Keywords: MILITARISM IN LETERATURE
Subjects: P Language and Literature
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia
Creators:
CreatorsEmail
ADELIA SAVITRI, 121011003UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBramantio, S.S.,M.Hum.UNSPECIFIED
Depositing User: Tn Yusuf Jailani
Date Deposited: 01 Jul 2014 12:00
Last Modified: 05 Oct 2016 06:31
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/14566
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item