PERKEMBANGAN DISKOTIK DAN HIBURAN MALAM DI SURABAYA TAHUN 1970-1994

GENTI YULIAMAH, 120610116 (2015) PERKEMBANGAN DISKOTIK DAN HIBURAN MALAM DI SURABAYA TAHUN 1970-1994. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRAK)
download.php_id=gdlhub-gdl-s1-2015-yuliamahge-35001&no=6

Download (1kB)
[img] Text (FULLTEXT)
Binder1yuliamahgesej.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Skripsi ini akan membahas mengenai perkembangan diskotik dan hiburan malam di Surabaya tahun 1970-1994. Hal ini lebih mengkerucutkan Fenomena yang terpotret di Surabaya misalnya dengan tumbuh dan berkembangnya hiburan malam seperti night club, spa, karaoke, kasino, dan diskotik untuk memenuhi kebutuhan akan hiburan setelah melakukan pekerjaan dan aktivitas siang hari. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode sejarah yang terdiri dari pengumpulan data (heuristik), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data-data yang banyak digunakan adalah arsip ijin usaha diskotik yang diperoleh dari Arsip Jawa Timur. Sumber majalah Varianada, Tempo, Sketsmasa, Liberty, dan Kompas dari Perpustakaan Medayu Agung Surabaya. Sumber buku-buku penunjang di dapat dari Perpustakaan koleksi khusus Universitas Airlangga Surabaya, Perpustakaan Ignatius dan Perpustakaan UGM Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa diskotik dan dunia malam yang menjadi salah satu lokasi pembaratan masyarakat lokal yang di awali dengan proses perkenalan kata-kata atau ucapan asing, serta musik dan lagu-lagu Barat. Adapun diskotik (discotheque-dalam Bahasa Prancis) sebenarnya berasal dari kata disco (disko), yang berarti gedung tempat menyimpan koleksi piringan hitam, lembaga yang menyimpan koleksi piringan hitam untuk tujuan ilmiah atau suatu tempat atau gedung yang dipakai untuk mendengarkan musik disko yang diiringi tarian atau dansa oleh para pengunjungnya.Sedangkan music disko berasal dari irama Soul, serta perpaduan antara irama Romawi, Rhythm, and Blues, yang kemudian dalam perkembangnnya, disko berubah menjadi musik bergaya meriah, merangsang penggemarnya untuk melakukan gerakan-gerakan tari tertentu. Serta ajojing (dansa) adalah istilah baru lagi untuk gengsot atau istilah kunonya adalah melantai. Kemajuan pesat tersebut di atas diringi dengan bergesernya gaya hidup kalangan diskotik. Dahulu diskotik merupakan suatu tempat yang khas dan jauh dari jangkauan anak muda maupun masyarakat, yakni pengunjung diskotik lebih cenderung orang-orang dewasa dan orang-orang yang berlatar belakang ekonomi tertentu saja. Namun seiring dengan perkembangan waktu, tempat diskotik dan hiburan malam di Surabaya banyak golongan anak muda maupun remaja dapat mengunjungi diskotik, bahkan kini identik dengan trend tempat berkumpulnya para remaja.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS Sej. 36/14 Yul p
Uncontrolled Keywords: DISCOTHEQUES
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BC Logic > BC11-39 History
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform > HN1-995 Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Ilmu Sejarah
Creators:
CreatorsEmail
GENTI YULIAMAH, 120610116UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorEdy Budi Santoso, S.S.,M.A.UNSPECIFIED
Depositing User: Tn Yusuf Jailani
Date Deposited: 26 Jan 2015 12:00
Last Modified: 06 Jul 2017 21:17
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/14577
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item