PERBANDINGAN REKONSTRUKSI IRAK DENGAN MARSHALL PLAN

MUHAMMAD ZIAD BALBEID, 070517922 (2009) PERBANDINGAN REKONSTRUKSI IRAK DENGAN MARSHALL PLAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-balbeidmuh-9779-fishi2-9.pdf
Restricted to Registered users only

Download (698kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2009-balbeidmuh-10285-fishi2-9.pdf

Download (12kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini berjudul “Perbandingan Rekonstruksi Irak dengan Marshall Plan”. Negara yang telah melewati fase perang, selalu mengalami kehancuran total di segala bidang. Dalam mengatasi kondisi tersebut, adalah sebuah realita yang tak dapat dibantah bahwa langkah penanganan yang berupa rekonstruksi pasca perang diperlukan. Amerika Serikat (AS) dalam sejarahnya, telah dua kali memberikan bantuan luar negeri yang diterapkan dalam rekonstruksi pasca perang. Kedua kebijakan tersebut dikenal dengan nama Marshall Plan dan Rekonstruksi Irak Baik Marshall Plan maupun Rekonstruksi Irak, merupakan dua bantuan luar negeri yang diberikan oleh Amerika Serikat untuk memperbaiki dan meningkatkan kondisi negara pasca perang. Bantuan-bantuan luar negeri ini yang difokuskan pada perbaikan kondisi kehidupan masyarakat, dan menggalakan pertumbuhan ekonomi dari negara sasaran yang menerima bantuan tersebut (Eropa dan Irak) Marshall Plan yang memiliki nama resmi program pemulihan Eropa adalah rencana utama Amerika Serikat untuk membangun kembali, dan menciptakan pondasi yang lebih kuat dari Negara sekutu di Eropa sekaligus mencegah perluasan komunisme setelah Perang Dunia II. Beberapa dekade kemudian pada era pemerintahan presiden George W. Bush, diterapkanlah restorasi Irak yang mencontoh target yang dicapai Marshall Plan dalam rekonstruksi Sayangnya rekonstruksi Irak tidak juga menunjukan pencapaian sebagaimana yang dimiliki oleh Marshall Plan. Pada saat Marshall Plan rampung, ekonomi negara yang menerima bantuan, telah mengalami pertumbuhan melampaui keadaan pra perang. Dalam dua dekade berikutnya, banyak wilayah yang telah menikmati kemakmuran ekonomi. Marshall Plan juga menjadi elemen yang mendorong terjadinya integrasi Eropa dimana tarif dihapuskan dan menyusun institusi untuk mengkoordinasi ekonomi pada level regional. Sedangkan di Irak pada akhir rekonstruksi, keadaan ekonomi dan politik tidak membaik Penulis menggunakan konsep kebijakan luar negeri, teori pembuatan keputusan, teori psychobiography dan groupthink, untuk menganalisis intelectual icon dan koordinasi lembaga-lemabaga serta dimensi-dimensi kebijakan luar negeri dari masing-masing kebijakan. Variabel utama yang yang dianalisis adalah George F. Kennan dan Paul Wolfowitz serta pelaksanaan korrdinasi masing- masing kebijakan

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Fis HI 26/09 Bal p
Uncontrolled Keywords: INTERNATIONAL RELATIONS, WORLD POLITICS
Subjects: J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsEmail
MUHAMMAD ZIAD BALBEID, 070517922UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSiti Rokhmawati, SIP, MiRUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 10 Jun 2009 12:00
Last Modified: 27 Jul 2016 07:06
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/14730
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item