MASYARAKAT SAMIN DALAM BIROKRASI (Studi Kualitatif tentang Perubahan Sosial pada Masyarakat Samin di Dusun Jepang, Kec. Margomulyo, Kab.Bojonegoro,Jawa Timur)

Eko Wahyono (2009) MASYARAKAT SAMIN DALAM BIROKRASI (Studi Kualitatif tentang Perubahan Sosial pada Masyarakat Samin di Dusun Jepang, Kec. Margomulyo, Kab.Bojonegoro,Jawa Timur). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2009-wahyonoeko-10287-fiss03-9.pdf

Download (12kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-wahyonoeko-9781-fiss03-9.pdf

Download (618kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Masyarakat Samin adalah sebuah komunitas yang terbentuk dari perlawanan terhadap pemerintah kolonial. Bentuk perlawanan yang dilakukan biasanya dengan tidak mau membayar pajak, tidak mau membangun jalan dan tidak mau mengundang pejabat pemerintah. Perilaku yang berlangsung cukup lama ini telah menimbulkan bentuk baru dari Masyarakat Samin, diantaranya bahasa, pakaian serta pola pikir yang berbeda dengan Masyarakat Sekitarnya. Salah satu perubahan yang menonjol adalah adanya beberapa anggota Masyarakat samin yang bekerja dalam lingkungan birokrasi pemerintahan. Dalam tradisi ajaran Samin yang sangat menekankan kesamarataan, bekerja sebagai pegawai merupakan hal yang dihindari karena didalamnya terbentuk seperangkat aturan yang mengikat. Disamping itu sejarah Masyarakat Samin yang selalu terpinggirkan oleh keberadaan lembaga ini, seperti tidak diberikannya KTP karena tidak mau meninggalkan agama Adam, merupakan bentuk kenyataan social baru. Dalam pembentukan kenyataan baru ini, setidaknya dipengaruhi oleh factor dari dalam (internal) dan factor dari luar (eksternal). Factor internal yang dominant adalah keberadaan Hardjo Kardi sebagai orang yang dihormati, mengambil sebuah sikap kompromis terhadap semua pihak. Sedangkan factor eksternal adalah adanya interaksi dengan dunia luar karena motif ekonomi. Munculnya nilai-nilai baru dalam masyarakat Samin yang kemudian yang kemudian termanifestasikan dalam sikap dan perilaku sehari-hari dalam beberapa dekade ini adalah refleksi dari perubahan sosial. Perubahan sosial yang terjadi ini secara teoritis dapat dijelaskan melalui landasan berpikir Peter L. Berger dalam sosiologi pengetahuannya. Teori sosiologi pengetahuan yang dikemukakan oleh Berger melakukan analisis pembentukan kenyataan oleh masyarakat, dengan pendekatan antara diri dengan dunia sosio-kultural yang berlangsung dalam tiga proses simultan ( bersamaan ), yaitu eksternalisasi (penyesuaian diri dengan dunia sosio-kultural sebagai produk manusia ), obyektifasi ( interaksi sosial dalam dunia inter-subyektif yang dilembagakan atau mengalami proses institusionalisasi ), dan internalisasi (individu mengidentifikasikan diri dengan lembaga-lembaga sosial atau organisasi sosial tempat individu menjadi anggotanya ). Bagaimanapun,bentuk perubahan yang terjadi pada masyarakat Samin ternyata tidak menghilangkan nilai-nilai lama yang mereka pegang.Ajaran Samin, terutama yang berkaitan dengan pola pikir yang cukup fleksibel dalam memandang sebuah permasalahan, mampu menjadi penyaring terhadap nilai baru. Dengan situasi seperti ini, kita dapat yakin bahwa meskipun arus modernisasi sangat kuat,Masyarakat Samin akan tetap bertahan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Fis S 03/09 Wah p
Uncontrolled Keywords: SOCIAL CHANGE, SAMIN SOCIETY
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM831-901 Social change
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Creators:
CreatorsEmail
Eko WahyonoUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSudarso, Drs. , M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 10 Jun 2009 12:00
Last Modified: 25 Jun 2019 00:45
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/14732
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item