PERAN AUSTRALIA DALAM PROSES PENYELESAIAN KONFLIK ANTARA PEMERINTAH PAPUA NEW GUINEA (PNG) DENGAN PEMBERONTAK BOUGAINVILLE REVOLUTIONARY ARMY (BRA)

KARINA ROSMA SARI, 070417521 (2009) PERAN AUSTRALIA DALAM PROSES PENYELESAIAN KONFLIK ANTARA PEMERINTAH PAPUA NEW GUINEA (PNG) DENGAN PEMBERONTAK BOUGAINVILLE REVOLUTIONARY ARMY (BRA). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2009-sarikarina-10289-fishi3-9.pdf

Download (11kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-sarikarina-9783-fishi3-9.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Sejak kemerdekaannya yang diberikan oleh Australia pada tanggal 16 September 1975, negara Papua New Guinea (PNG) yang terletak di kawasan Pasifik Selatan ini mengalami masalah pemberontakan yang dilakukan oleh pemberontak yang mengatasnamakan diri mereka Bougainville Revolutionary Army (BRA). Pemerintah PNG berusaha memadamkan pemberontakan ini namun terhalang oleh keterbatasannya. Australia sebagai negara tetangga terdekat dan berhubungan langsung dalam permasalahan ini, ikut berperan dalam proses penyelesaian konflik ini. Tulisan ini membahas mengenai apa peran Australia dalam proses penyelesaian konflik di wilayah ini. Permasalahan ini kemudian dijawab dengan landasan teoritik teori geopolitik, teori peran, bantuan luar negeri sehingga dihasilkan hipotesis yaitu peran Australia dalam proses penyelesaian konflik antara Pemberontak BRA dengan pemerintah PNG adalah sebagai pihak ketiga dan sekaligus penguasa regional yang berkepentingan dengan stabilitas di PNG. Peran Australia ditunjukkan dengan memberikan bantuan luar negeri kepada PNG baik berupa dukungan ekonomi, militer, diplomasi dan sebagainya agar pemerintahan PNG segera dapat menyelesaikan masalah separatisme dengan BRA. Melalui analisis terhadap data dan fakta yang ada, ditemukan bahwa dibalik peranan ini terdapat beberapa faktor yang melandasi peran Australia tersebut dalam proses penyelesaian konflik di Bougainville. Faktor-faktor tersebut adalah untuk menjaga peran sebagai penguasa regional, faktor pertahanan, faktor ekonomi, serta untuk mengatasi masalah imigran ilegal yang datang ke Australia. Dengan demikian, penelitian yang menggunakan studi kepustakaan sebagai teknik pengumpulan datanya ini berhasil membuktikan hipotesis yang diajukan oleh peneliti.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Fis HI 33/09 Sar p
Uncontrolled Keywords: CONFLICT INTERNASIONAL
Subjects: J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations
J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations > JZ6385-6405 The armed conflict. War and order
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsEmail
KARINA ROSMA SARI, 070417521UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorWAHYU WARDHANI, B. L. S., Ph.DUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 10 Jun 2009 12:00
Last Modified: 27 Jul 2016 07:17
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/14734
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item