ANALISIS TEKS BERITA (STUDI KOMPARASI KASUS IPDN PASCA KEMATIAN CLIFF MUNTU PADA HALAMAN MUKA SURAT KABAR KOMPAS dan PIKIRAN RAKYAT PERIODE 8 (14 APRIL 2007)

ANGGI MARISA L, 070417493 (2009) ANALISIS TEKS BERITA (STUDI KOMPARASI KASUS IPDN PASCA KEMATIAN CLIFF MUNTU PADA HALAMAN MUKA SURAT KABAR KOMPAS dan PIKIRAN RAKYAT PERIODE 8 (14 APRIL 2007). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-marisalang-9787-fisk02-9.pdf
Restricted to Registered users only

Download (876kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2009-marisalang-10293-fisk02-9.pdf

Download (12kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

IPDN sebagai lembaga pendidikan pemeritah merupakan bentuk kekerasan yang paling banyak diberitakan dalam sejarah pendidikan Indonesia. IPDN pasca kematian Cliff Muntu merupakan titik klimaks dari semua kekerasan yang penah terjadi di IPDN sehingga membuat Presiden membentuk Tim Evaluasi IPDN. Selain itu peristiwa tersebut juga mendapatkan perhatian yang lebih dari media. Penelitian ini menggunakan surat kabar Kompas dan Pikiran Rakyat. Kompas dipilih karena merupakan surat kabar nasional, sedangkan Pikiran Rakyat dipilih karena mempunyai proximitas yang lebih dengan tempat peristiwa. Penelitian ini digunakan untuk mengetahui komparasi pemberitaan yang dilakukan oleh kedua surat kabar tersebut. Periode terbit media yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanggal 8 – 14 April 2007 karena berita kasus IPDN pasca kematian Cliff Muntu diletakkan pada halaman depan bahkan menjadi headline selama 5 – 6 hari berturut – turut sehingga mendapatkan perhatian yang lebih dari khalayak. Penelitian ini menggunakan analisis teks karena hanya ingin membandingkan pemberitaan kedua surat kabar. Unit analisis dari penelitian ini adalah teks berita, meliputi penempatan yang mencolok, pemilihan kata, kalimat, paragraf yang ada diawal berita (lead), hubungan antar kalimat, pengulangan, foto, grafik, retorika, dan ungkapan narasumber Perbandingan pemberitaan Pikiran Rakyat dan Kompas dapat dilihat dari cara pemilihan narasumber, gaya penulisan berita, visual image yang ditampilkan dan perbedaan penekanan berita. Yang menghasilkan kesimpulan bahwa Pikiran Rakyat mengkonstruksikan agar IPDN dipertahankan, kalaupun ada yang harus dibubarkan dan dirombak itu adalah birokrat dan sistemnya. Sedangkan Kompas mengkonstruksikan agar IPDN dibubarkan. Masing – masing surat kabar sama – sama menggambarkan bahwa Kasus Kematian Cliff Muntu merupakan titik klimaks dari semua kasus kekerasan yang pernah terjadi di IPDN sehingga membutuhkan tindakan yang tegas.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Fis K 02/09 Lub a
Uncontrolled Keywords: SOCIAL INTERACTION- IN MASS MEDIA
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General) > H1-99 Social sciences (General)
P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P87-96 Communication. Mass media
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi
Creators:
CreatorsEmail
ANGGI MARISA L, 070417493UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorYayan Sakti Suryandaru, S. Sos., M. Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 10 Jun 2009 12:00
Last Modified: 27 Jul 2016 07:23
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/14738
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item