Relasi Nahdlatul Ulama Dan Politik

Hilmi Hudaya, 070610 426 (2010) Relasi Nahdlatul Ulama Dan Politik. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-hilmihuday-18608-abstrak-r.pdf

Download (12kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-hilmihuday-15337-fisp56-r.pdf
Restricted to Registered users only

Download (996kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian yang berjudul Relasi Nahdlatul Ulama dan Politik ini mencoba menggambarkan bagaimana pengurus wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur memaknai khittah NU, terutama dalam konteks politik. Khittah NU yang dirumuskan pada tahun 1984 pada muktamar ke-27 di Situbondo, telah banyak mengalami penafsiran ataupun pemaknaan baik dari warga NU secara struktural maupun warga NU yang kultural. Pada masa reformasi ini, hampir setiap moment pemilu maupun pilkada, wacana khittah sering mengemuka sebagai sebuah perdebatan maupun diskursus baik dikalangan NU maupun diluar NU karena berkaitan dengan politik praktis. Perdebatan ataupun diskursus mengenai khittah yang berkenaan dengan politik ini selalu terkonsentrasi pada perbedaan interpretasi apakah NU harus berpolitik ataukah tidak. Rumusan khittah yang sedikit banyak dilatarbelakangi oleh kondisi sosial politik yang tidak cukup demokratis itu, seakan tidak secara spesifik dan jelas dalam mengatur hubungan Nahdlatul Ulama dan politik. Studi ini menggunakan teori fenomenologi sebagai alat analisis dalam menggambarkan pemaknaan konseptual dari pengurus NU Jatim terhadap khittah dalam konteks politik. Fenomenologi yang merupakan sebuah studi tentang memahami realitas dari sudut pandang orang pertama, memandang makna sebagai sebuah inti dari kesadaran seorang subyek atas pengalaman-pengalaman yang dimilikinya. Penelitian ini menggambarkan bahwa pengurus NU Jatim memaknai khittah sebagai sebuah aturan yang bersifat makro, yakni hanya sebagai pedoman atau paradigma yang membentuk perilaku baik secara individu maupun organisasi. Informan dalam penelitian ini meyakini bahwa khittah tidak melarang NU untuk berpolitik. Hubungan Nahdlatul Ulama dan politik bersifat simbiotik. Dan politik NU adalah politik yang sesuai dengan ideologi NU dan politik yang berorientasi kepada kemaslahatan umat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KK-2 KKB Fis P 56 10 Hud r
Uncontrolled Keywords: POLITIC
Subjects: J Political Science > JC Political theory
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik
Creators:
CreatorsEmail
Hilmi Hudaya, 070610 426UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorKacung Marijan, Prof.H ., Drs., MA ., PhD .UNSPECIFIED
Depositing User: Tn Hatra Iswara
Date Deposited: 07 May 2011 12:00
Last Modified: 31 Aug 2016 05:32
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/14829
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item