Dinamika Konsolidasi Partai Politik

Andri Novananda S, 070610325 (2009) Dinamika Konsolidasi Partai Politik. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-andrinovan-18611-abstrak-d.pdf

Download (14kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-andrinovan-15340-fisp53-d.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan dinamika konsolidasi partai dalam pemilukada Surabaya tahun 2010 perihal konflik yang terjadi dalam internal PDI Perjuangan kota Surabaya terkait rekomendasi yang diberikan oleh DPP PDI Perjuangan. Masih kuatnya dominasi partai politik di tingkat pusat meyebabkan partai-partai politik yang ada masih di kelola secara sentralistik, sementara relasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah telah terdesentralisasi. Di dalam sistem kepartaian yang tersentralisasi, cabang-cabang partai yang ada di daerah, dalam taraf tertentu, memang masih diberi otoritas untuk menentukan kebijakan-kebijakannya sendiri. Tetapi, tidak sedikit kebijakan yang strategis partai di daerah harus memperoleh persetujuan dari pusat. Konsolidasi yang dilakukan sebuah partai merupakan sebuah proses dimana proses penguatan internal menuju berjalannya mesin partai. Hal tersebut kemudian diakomodir untuk bisa menguatkan serta menjalankan mesin partai agar dapat menuju sebuah kemenangan dalam pemilukada. Tidak jarang kemudian di dalamnya terdapat dinamika-dinamika yang terjadi, seperti dalam DPC PDI Perjuangan kota Surabaya. Dinamika yang muncul tersebut berawal dari ketidak puasan beberapa PAC terkait rekomendasi yang di keluarkan oleh DPP PDI Perjuangan dalam Pemilukada Surabaya 2010. Dimana dalam hal tersebut, beberapa PAC menatakan untuk Golput terkait dengan rekomendasi yang merekomendasikan pasangan Tri Rismaharini dan Bambang DH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsolidasi yang dilakukan oleh PDI Perjuangan sudah sangat bagus, dimana mampu mensolidkan internal partai dalam menjalankan konsolidasi sehingga mampu memenangkan pasangan Tri Rimaharini dan Bambang DH dalam pemilukada Surabaya. Bentuk konsolidasi yang dilakuakn disini berupa pembekalan yang diberikan dalam Rakorcab, kemudian di setiap kecamatan, membentuk tim di setiap TPS yang keanggotaannya direkrut dari pengurus partai di tingkatan anak ranting, ranting dan PAC. Dalam hal ini, dinamika internal yang terjadi setelah turunnya rekomendasi, dalam perjalanannya tidak menjadi halangan untuk melakukan konsolidasi partai. Hal tersebut bisa dilihat dengan terpilihnya pasangan Tri Rimaharini dan Bambang DH dalam Pemilukada Surabaya 2010. Translation: This study describes the dynamics of party consolidation in Surabaya election in 2010 regarding the internal conflict in PDI The struggle of Surabaya related recommendations by the PDI Struggle. Still the strong dominance of political parties at the central cause political parties are still in a centralized governance, while relations between central and local governments have been decentralized. In in a centralized party system, party branches in area, in some degree, is still given the authority to determine own policies. However, not a few strategic policy party in the region must obtain approval from the center. Statements by a party is a process where the process of strengthening internal to passage of the party machine. This then accommodated to be encouraging and run the party machinery for can go to a victory in the election. Not infrequently later in it there are the dynamics that occur, such as the PDI The struggle of Surabaya. The dynamics that emerged was originated from the lack of satisfaction of some PAC-related recommendations issued by the PDI Struggle in Surabaya Election 2010. Where in that regard, some PAC menatakan to Golput associated with the recommendations recommends couples and Bambang Tri Rismaharini DH. The results showed that consolidation made by PDI The struggle has been very good, which is able mensolidkan in internal party run consolidation so as to win the Tri pair Rimaharini and Surabaya Bambang DH in the election. Consolidation form dilakuakn briefing here that the form given in Rakorcab, then in every district, forming teams in each polling stations its membership was recruited from the party committee at the level of small twigs, branches and PAC. In this case, the internal dynamics that occur after the decline recommendations, in no way be an obstacle to doing consolidation of the party. It can be seen with the election of Tri pair Rimaharini and Surabaya Bambang DH in Election 2010.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KK-2 KKB Fis P 53 10 And d
Uncontrolled Keywords: CONSOLIDATION ELECTION POLITIC PARTY
Subjects: J Political Science > JC Political theory
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik
Creators:
CreatorsEmail
Andri Novananda S, 070610325UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHaryadi, Drs., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Hatra Iswara
Date Deposited: 07 May 2011 12:00
Last Modified: 31 Aug 2016 05:12
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/14832
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item