Kekuasaan Dalam Pilkades: Studi Deskriptif Tentang Strategi Penggunaan Sumber Kekuasaan Dalam Pemilihan Kepala Desa Ngampel Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang

Afan Fanany, 070517693 (2009) Kekuasaan Dalam Pilkades: Studi Deskriptif Tentang Strategi Penggunaan Sumber Kekuasaan Dalam Pemilihan Kepala Desa Ngampel Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-afanfanany-18666-abstrak-k.pdf

Download (19kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-afanfanany-15401-fisp40-k.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pemilihan kepala desa (Pilkades) merupakan salah satu bentuk kegiatan politik yang menarik bagi masyarakat desa. Pilkades dipahami sebagai ajang pertarungan para elit. Fakta menunjukkan keberadaan calon kepala desa (Cakades) masih didominasi oleh segelintir orang yang berkuasa dari golongan elit desa. Kekuasaan sebagai ”modal dasarnya” untuk meraih kemenangan. Di sini, cakades memainkan sumber kekuasaannya itu untuk memperoleh dukungan sebanyak-banyaknya. Dalam praktiknya, cakades membutuhkan sebuah strategi penggunaan sumber kekuasaan yang efektif. Melalui pertimbangan-pertimbangan yang matang (seperti membuat rancangan strategi sampai pada penggunaannya di lapangan), sumber kekuasaannya itu diharapkan dapat memberikan kekuatan pengaruh yang besar untuk dapat menarik dukungan yang lebih besar pula. Fokus penelitian ini yaitu strategi penggunaan sumber kekuasaan calon dalam pemilihan kepala desa yang berlagsung di Desa Ngampel Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang pada tahun 2007. Dalam kajiannya, peneliti mengajukan 3 pertanyaan yang menjadi rumusan masalah dalam penelitiannya, yaitu: 1) apa yang melatarbelakangi penggunaan sumber kekuasaan calon dalam pemilihan kepala desa? 2) bagaimana strategi penggunaan sumber kekuasaan calon tersebut dijalankan? dan 3) bagaimana pula kekuatan pengaruh yang ditimbulkan dengan adanya strategi penggunaan sumber kekuasaan calon? Lokasi penelitian (Desa Ngampel) ini dipilih karena adanya fenomena pemilihan kepala desa di desa tersebut yang tidak ditemukan di desa-desa lain di Kecamatan Ngusikan. Unit analisis yang digunakan adalah unit analisis individu. Adapun jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan analisis kualitatif. Sedangkan subyek penelitian ini adalah Informan yang ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa penggunaan sumber kekuasaan kedua calon ini dilatarbelakangi oleh 2 faktor yang sama, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal ini merupakan faktor pendorong yang muncul karena kepemilikan sumber kekuasaan calon. Tuan tanah sebagai pemilik sumber kekuasaan ekonomi dan tokoh masyarakat desa sebagai pemilik sumber kekuasaan berupa kharisma ketokohan. Sedangkan faktor eksternal meliputi jabatan fungsional kepala desa, dukungan elit, dan latar belakang kehidupan masyarakat desa. Adapun strategi yang digunakan calon melibatkan dirinya, kader dan/ botohnya yang terjaring dalam Tim Sukses. Secara individu, cara yang dipakai dengan pendekatan personal langsung secara door to door, menjalin hubungan dengan elit penguasa yang lain, dan membentuk tim sukses. Melalui tim suksesnya, cara yang dipakai dengan menyebarkan kader-kadernya di tempattempat strategis, menempatkan kader sebagai mata-mata, dan menjalankan fungsi sumber kekuasaan calon pada waktu yang ditentukan (seperti: serangan fajar). Namun dari strategi kedua calon, sumber kekuasaan ekonomi calon dari seorang tuan tanah masih mempunyai kekuatan besar dibandingkan dengan sumber kekuasaan berupa kharisma ketokohan calon dari seorang tokoh masyarakat desa. Translation: Selection of village head (Pilkades) is one form of activity politics that appeal to the villagers. Pilkades understood as an arena fight the elite. The evidence suggests the existence of the village chief candidates (Cakades) is still dominated by a handful of people in charge of class village elite. Power as "capital base" to win. In Here, cakades play power source is to obtain support as much as possible. In practice, cakades need a strategy effective use of power sources. Through these considerations The mature (like making a draft strategy to the user in field), the source of his power was expected to give strength great influence in order to attract greater support as well. The focus of this study is strategic use of power source candidates in the selection of village heads in the village of Ngampel District berlagsung Ngusikan Jombang regency in 2007. In the study, researchers asked 3 questions which become the formulation of the problem in his research, namely: 1) what lies behind the use of sources of power potential in village head election? 2) how the strategic use of power sources candidates run? and 3) how well the power of influence generated by the strategies candidates use the power source? Location of the study (Village Ngampel) was chosen because of the phenomenon election of village heads in the village that are not found in other villages in Sub Ngusikan. The unit of analysis used individual is the unit of analysis. The type of research is a descriptive study using qualitative analysis. While the subjects of this study is the informant who determined by using purposive sampling technique. The results of this study explains that the use of power sources both candidates are motivated by the same 2 factors, namely internal factor and external. These internal factors are the driving factor which arises because ownership of power source candidates. Landlord as the owner of the source economic power and community leaders the village as the owner of the source power of charisma ketokohan. While external factors include functional village chiefs, elite support, and background life village community. The strategy used involves the candidate himself, cadre and / botohnya who netted in the Success Team. Individually, the way used with a direct personal approach in door to door, to establish relations with other ruling elite, and form a successful team. Through team success, ways in which to deploy its cadres in tempattempat strategically, placing volunteers as a spy, and perform functions candidate power source at the specified time (such as dawn raids). But the strategy of both candidates, the source of a potential economic power landlord still has great strength compared with the source power of charisma ketokohan candidate from a rural community leaders.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KK-2 KKB Fis P 40 10 Fan k
Uncontrolled Keywords: RESOURCES AUTHORITY
Subjects: J Political Science > JF Political institutions (General)
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik
Creators:
CreatorsEmail
Afan Fanany, 070517693UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBudi Prasetyo, Dr., Drs., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Hatra Iswara
Date Deposited: 09 May 2011 12:00
Last Modified: 20 Aug 2016 08:06
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/14845
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item