POSISI UNI EROPA DALAM KONFLIK GEORGIA-RUSIA TAHUN 2008

AURORA DWITA PANGESTU, 070517633 (2009) POSISI UNI EROPA DALAM KONFLIK GEORGIA-RUSIA TAHUN 2008. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-pangestuau-18520-fis.hi.2-k.pdf

Download (433kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-pangestuau-15241-fis.hi.2-p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (890kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian dengan judul Posisi Uni Eropa Dalam Konflik Georgia-Rusia Tahun 2008 membahas perang singkat yang terjadi antara Georgia dan Rusia di bulan Agustus 2008. Konflik ini berawal dari adanya kekuatan separatis Georgia asal wilayah Ossetia Selatan yang ingin melepaskan diri dari Georgia dan bergabung dengan Ossetia Utara yang terdapat di wilayah Rusia. Georgia menolak tindakan kekuatan separatis ini dan berusaha menumpas mereka. Namun Rusia yang berbatasan langsung dengan Ossetia Selatan mengirimkan pasukannya untuk mengusir pasukan Georgia dengan klaim untuk melindungi warga negara Rusia yang tinggal di Ossetia Selatan. Konflik ini pun memicu gerakan separatis lain yang ada di Abkhazia untuk kembali mendeklarasikan kemerdekaannya dari Georgia. Rusia pun turut membantu aktivitas gerakan ini dengan menempatkan pasukannya di wilayah tersebut untuk melawan tentara Georgia. Uni Eropa yang merupakan organisasi regional terbesar di benua Eropa berupaya menghentikan terjadinya konflik tersebut dengan cara menempatkan dirinya sebagai mediator yang netral diantara Georgia dan Rusia. Pertanyaannya kemudian adalah mengapa Uni Eropa mengambil posisi sebagai mediator dalam konflik Georgia-Rusia tahun 2008. Guna mencari tahu alasan dibalik sikap Uni Eropa ini, beberapa teori dan konsep digunakan seperti teori Intergovernmentalism, teori Consociationalism, konsep mediasi dan konsep keamanan energi. Awal bulan Agustus 2008 saat berlangsungnya konflik ini dimulai hingga bulan Mei 2009 diambil sebagai jangkauan waktu dalam penelitian ini. Melalui data-data yang dipaparkan didalam penelitian ini, dapat ditemukan bahwa posisi mediator yang dipilih oleh Uni Eropa dilatarbelakangi oleh beberapa hal. Pertama, Uni Eropa melihat bahwa instrumen mediasi lebih menghasilkan manfaat ketimbang penggunaan instrumen-instrumen militer dalam proses penyelesaian sebuah konflik. Kedua, kondisi keamanan energi yang ingin dicapai oleh Uni Eropa dan membuatnya mengalami ketergantungan energi terhadap Rusia. Ketergantungan energi ini membahayakan posisi tawarnya terhadap Rusia sehingga Uni Eropa perlu melakukan diversifikasi suplai energi untuk mengurangi ketergantungannya ini. Bentuk diversifikasi yang dilakukan oleh Uni Eropa adalah melalui proyek pembangunan jalur pipa energi Nabucco, satu-satunya pipa yang tidak melewati Rusia, yang menempatkan Georgia sebagai salah satu negara transit terbesarnya dan mempengaruhi masa depan rampungnya proyek ini. Kata Kunci: Mediasi, Mediator, Ketergantungan Energi, Common Foreign and Security Policy, Uni Eropa

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK 2 Fis.HI.21/10 Pan p
Uncontrolled Keywords: CONFLICT INTERVENCY POLITICS
Subjects: J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations > JZ1305-2060 Scope of international relations. Political theory. Diplomacy > JZ1464-2060 Scope of international relations with regard to countries, territories, regions, etc.
J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations > JZ6385-6405 The armed conflict. War and order
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsEmail
AURORA DWITA PANGESTU, 070517633UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDjoko Sulistyo, Drs. , MS.UNSPECIFIED
Depositing User: Tn Hatra Iswara
Date Deposited: 04 May 2011 12:00
Last Modified: 22 Sep 2016 13:59
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/14858
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item