RITUAL DALANG (Studi Deskriptif Makna Ritual Dalang di Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk)

RISDHANIAR ISWARA, 070216667 (2012) RITUAL DALANG (Studi Deskriptif Makna Ritual Dalang di Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (200kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Binder1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pertunjukkan wayang kulit sangat identik dengan seorang dalang. Kebudayaan yang berasal dari Jawa ini memiliki makna filosofis dalam yang diterapkan oleh seorang dalang dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalang yang berasal dari kota Nganjuk, Jawa timur. Pada umumnya para dalang disana memaknai sebuah pertunjukkan wayang kulit sebagai sarana tuntunan, tontonan atau hiburan sekaligus sebagai upacara ritual maupun seremonial. Dalam fungsinya sebagai upacara ritual, peranan dalang menjadi sentral dalam suatu pertunjukkan wayang. Unsure magis dan mistis pada pertujukkan wayang kulit masih cukup kuat. Hal ini terlihat pada upacara Bersih Desa di Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk yang mana ketika sang dalang meletakkan berbagai macam sesaji yang disertai dengan do‟a dan mantra yang ditempatkan disekitar panggung sebelum pertunjukkan berlangsung. Masyarakat setempat mempercayai bahwa seorang dalang berfungsi sebagai penghubung antara dunia nyata dengan dunia gaib. Dengan demikian seorang dalang dipercaya memiliki kekuatan magis yang diperoleh dari berbagai ritual. Penelitian mengenai ritual dalang ini berupaya mengungkapkan makna di balik ritual-ritual yang dilakukan para dalang. Selain itu penulis juga ingin mengetahui apakah ritual tersebut tetap sama atau mengalami perubahan dan bahkan sudah tidak ada sama sekali di kalangan dalang di Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. Dengan demikian peneliti menggunakan metode kyualitatif untuk mengetahui dan menjawab semua pertanyaan di atas. Peneliti dapat meneliti secara holistik (menyeluruh) mengenai obyek penelitian. Sedangkan teknik yang digunakan dalam menjaring data yaitu dengan observasi di lapangan, dengan metode wawancara, data sekunder berupa buku-buku dan monografi desa. Demikian pula dengan analisa data dilakukan oleh peneliti secara kualitatif. Dari keseluruhan penelitian diperoleh suatu kesimpulan bahwa untuk mencapai sebuah keberhasilan dalam pertunjukkan wayang kulit seorang dalang masih melakukan ritual yang masih kental dengan unsur mistik. Ritual ini dilakukan oleh dalang dengan cara mensucikan suara, tenaga, dan rasa. Selain itu beberapa dalang masih rutin mengadakan selamatan. Sesaji juga digunakan dalam setiap pertunjukkan wayang yang berfungsi sebagai persembahan untuk makhluk gaib. Sedangkan beberapa dalang lain memilih untuk tidak melakukan ritual lama, ia hanya mempersiapkan dirinya dengan belajar sabetan sebelum melakukan pertunjukkan. Ritual dimaknai berbeda antara dalang yang satu dengan yang lain. Hal tersebut dipengaruhi oleh budaya luar yang serba praktis dan modern. Walau demikian ritual lama masih banyak dilakukan oleh sebagian besar dalang yang masih memegang teguh tradisi dan kepercayaannya. Kata kunci: Dalang, mistik, sesaji, makna.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS.ANT.07-12 Isw r
Uncontrolled Keywords: RITUALISM
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Creators:
CreatorsEmail
RISDHANIAR ISWARA, 070216667UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBudi Setiawan, Drs. , MA.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email nafisa@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 04 Sep 2012 12:00
Last Modified: 28 Sep 2016 01:42
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/14976
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item