Pendidikan Inklusi dan Sosialisasi Nilai-nilai Kesetaraan (Studi Deskriptif Pada Kalangan Pelajar SMA Negeri 10 Surabaya)

Sylvi Oktavia Dewanti, 070810610 (2012) Pendidikan Inklusi dan Sosialisasi Nilai-nilai Kesetaraan (Studi Deskriptif Pada Kalangan Pelajar SMA Negeri 10 Surabaya). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (97kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Binder2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pendidikan adalah salah satu hal penting dan merupakan pondasi bagi kemajuan bangsa. Pendidikan berhak dan wajib diberikan atau diperoleh untuk semua orang, tidak ada batasan umur, SARA (suku, ras dan agama), kepentingan golongan tertentu yang terkesan menimbulkan kesenjangan antar status sosial ekonomi ataupun bagi mereka yang terlahir kurang sempurna baik fisik maupun mental. Pendidikan inklusi merupakan konsekuensi lanjut dari kebijakan global education for all (pendidikan untuk semua) yang direncanakan oleh UNESCO 1990. Pendidikan inklusi adalah pendidikan reguler yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik yang memiliki kelainan dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa pada sekolah regular dalam satu kesatuan yang sistemik. Berangkat dari pemikiran tersebut, maka studi ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pendidikan inklusi di jenjang SMA (Sekolah Menengah Atas), kendala yang dihadapi ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) dan efektivitas sosialisasi nilai-nilai kesetaraan dengan mengambil kasus penelitian di sekolah inklusi SMA Negeri 10 Surabaya. Acuan teori menggunakan struktural fungsional AGIL Talcot Parson dan teori Emile Dhurkeim tentang pendidikan moral, interaksi dan sosialisasi. Tipe penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Populasi penelitian sebanyak 781 orang, teknik penarikan sampel penelitian menggunakan total populasi dan simple random sampling dengan jumlah sampel penelitian ada 47 orang yang terdiri dari 21 siswa ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) dan 26 siswa non ABK. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara terstruktur menggunakan kuesioner yang kemudian pada tahap pengolahan data menggunakan SPSS 16. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pelaksanaan pendidikan inklusi di SMA Negeri 10 Surabaya tidak memberikan fasilitas khusus bagi siswa ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) dan dalam pelaksanaan pendidikan inklusi mereka di tempatkan di ruang kelas bersama dengan siswa non ABK sehingga bisa membaur jadi satu, bisa belajar bersosialisasi serta berinteraksi. Ada beberapa kendala yang dihadapi yaitu masih terjadi bulying secara verbal antar (ABK dan non ABK) dalam bersosialisasi dan berinteraksi, namun sifatnya hanya sementara sebagai bagian dari proses belajar menerima, memahami dan menerapkan nilainilai kesetaraan yang telah diajarkan. SMA Negeri 10 Surabaya mampu mengakomodasi kebutuhan para siswanya dan hasil output lulusan menunjukkan indikator bahwa fungsi sistem pendidikan inklusi efektif/berjalan dengan baik. Kata kunci: efektivitas, pendidikan inklusi, pendidikan untuk semua, anak berkebutuhan khusus, nilai-nilai kesetaraan, sosialisasi, interaksi

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS.S.30/12 Dew p
Uncontrolled Keywords: EDUCATIONAL; STUDY AND TEACHING
Subjects: Q Science > Q Science (General) > Q181-183 Study and Teaching
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsEmail
Sylvi Oktavia Dewanti, 070810610UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorTuti Budirahayu, Dra. , M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email nafisa@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 12 Sep 2012 12:00
Last Modified: 28 Sep 2016 02:40
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/14984
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item