GERAKAN SOSIAL POST-PUNK DALAM PERSPEKTIF BERGERIAN Konstruksi Ideologi Subscene Post-Punk di Surabaya

Wandera A. Religia, 070810398 (2012) GERAKAN SOSIAL POST-PUNK DALAM PERSPEKTIF BERGERIAN Konstruksi Ideologi Subscene Post-Punk di Surabaya. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (285kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Binder1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Ilmu-ilmu sosial mempengaruhi dinamika sosial suatu masyarakat. Ilmu sosial modern mendorong munculnya kebijakan-kebijakan pemerintah yang kapitalis di Inggris, mengakibatkan semakin kolektifnya identitas kelas pekerja dan memunculkan kaum Punk, memiliki ideologi counter-culture anti kemapanan terhadap pemerintah Inggris dan kapitalisme. Ilmu sosial Postmodern membawa kultur popular, merusak tatanan identitas kelas pekerja dan memunculkan kaum Postpunk yang mereduksi simbol-simbol counter-culture Punk. Kemudian Post-punk mengalami hiatus. Namun Post-punk bangkit lagi pasca krisis moneter 1998 dipelopori oleh industri dan media yang kapitalis menjadi sebuah komoditas baru. Melalui globalisasi, Post-punk masuk ke Indonesia dan lalu Surabaya namun sebagai bagian dari musik Independent. Komunitas subscene Post-punk kemudian terbentuk di Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Ideologi komunitas Post-punk Surabaya. Elaborasi dari kedua terotisi, yaitu konstruksi sosial Berger dan Analisa kritis Habermas diperlukan sebagai pisau analisa. Maka peneliti menggunakan metodologi kualitatif yang berparadigma interpretatif, sehingga menghasilkan temuan data yang bersifat deskriptif dari konstruksi para informan yang dipilih secara purposif. Penelitian ini menghasilkan temuan-temuan yang bersifat teoritis. Dalam tataran objektifasi, Post-punk membentuk subkultur yang jelas-jelas mengkritik kultur lama, yaitu Punk, melalui internalisasi pengetahuan ideologi baru. Ideologi Post-punk mereduksi counte-culture anti kemapanan Punk dan menganggap kapitalisme bukan untuk dilawan melainkan sebagai batu pijakan menuju kemapanan. Saat masuk ke dalam sistem kapitalisme itulah kemudian membuat mereka mengalami hiatus. Hal yang juga terjadi pada komunitas Post-punk Surabaya di saat kebanyakan mereka sudah bekerja, merupakan eksternalisasi yang objektif. Post-punk menerima standarisasi-standarisasi industri. Maka dibutuhkan analisa kritis Habermas yang menyebutkan bahwa ideologi Post yang dibawa Postmodern telah menghilangkan kultur. Masyarakat tanpa kultur adalah utopis. Kata kunci : Konstruksi, Ideologi, Post-punk

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS.S.31/12 Rel g
Uncontrolled Keywords: IDEOLOGY; POST-PUNK
Subjects: H Social Sciences
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Wandera A. Religia, 070810398UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorMusta’in Mashud, Prof. Dr. , M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email nafisa@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 12 Sep 2012 12:00
Last Modified: 28 Sep 2016 02:45
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/14985
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item