PERANAN PAUL WOLFOWITZ DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT (KASUS: KEBIJAKAN AS MENYERANG IRAK 20 MARET 2003)

DEBORA GRACIE, 070116433 (2008) PERANAN PAUL WOLFOWITZ DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT (KASUS: KEBIJAKAN AS MENYERANG IRAK 20 MARET 2003). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-graciedebo-1215-fishi1-k.pdf

Download (386kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-graciedebo-1215-hi_12_06.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

DaIam kasus kebijakan Amerika Serikat menyerang Irak tanggal 20 Maret 2003, ada serangkaian proses yang melatarbelakangi pembuatan keputusan tersebut termasuk elit yang terlibat, kerjasama maupun konflik yang terjadi, serta upaya diplomasi yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan menyingkap proses tersebut serta orang-orang yang berperan dalam pembuatan keputusan itu termasuk Wakil Presiden Dick Cheney, Menteri Pertahanan Donald Rumsfeld, dan Menteri Luar Negeri Colin Powell. Tokoh Paul Wolfowiz yang memegang jabatan sebagai deputi menteri pertahanan diteliti lebih jauh mengenai peranan serta keterlibatannya dalam pembuatan keputusan tersebut. Tokoh ini dipilih karena sering disebut-sebut di media sebagai the Godfather of the Iraq War sehingga perlu diteliti kebenarannya melalui permasalahan bagaimana peranannya dalam pembuatan keputusan AS menyerang Irak. Oleh karena itu, menurut John T. Rourke penelitian ini menggunakan unit analisis individu dengan unit eksplanasi negara. Teori yang digunakan untuk menjelaskan permasalahan adalah teori rational decision making dan teori elit politik. Hipotesis penelitian ini adalah dalam proses pengambilan keputusan kebijakan luar negeri AS menyerang Irak peranan Wolfowitz besar disebabkan karena kemampuan memaksimalkan jabatan serta dukungan elit lain. Ruang lingkup penelitian ini berkisar dari saat Wolfowitz diangkat menjadi deputi menteri pertahanan tanggal 2 Maret 2001 sampai dikeluarkannya kebijakan menyerang Irak tanggal 20 Maret 2003. Penelitian ini tidak meneliti Wolfowitz dengan sudut pandang psikoanalisis yang meneliti kepribadian serta faktor-faktor psikologis dari Wolfowitz, tetapi meneliti Wolfowitz dengan pendekatan meta-epistemologis yang menjelaskan bahwa Wolfowitz merupakan subyek yang otonom dan dapat dipengaruhi oleh konstruksi sosial di sekitarnya, termasuk lingkungan elit pemerintahan Bush dan pemikiran neo-conservatives. Hasil penelitian yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah peranan Paul Wolfowitz besar sebab adanya dari dukungan elit. Ia adalah yang pertama kali menggagas ide menyerang Irak. Wolfowitz mampu menggunakan status dan kedudukannya secara maksimal untuk mengaktualisasikan tujuannya. Berdasarkan teori, konsep, dan kerangka pemikiran, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis peneliti terbukti.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis.HI.12/06 Gra p
Uncontrolled Keywords: INTERNATIONAL RELATIONS; WORD POLITICS
Subjects: J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsEmail
DEBORA GRACIE, 070116433UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorI. Basis Susilo,, DrsUNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Prihastuti
Date Deposited: 19 May 2006 12:00
Last Modified: 09 Jul 2017 23:21
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/14987
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item