BANTUAN CGI TERHADAP PEMERINTAH INDONESIA YANG DIKAITKAN DENGAN PENANGANAN MASALAH KERUSAKAN HUTAN DENGAN PRIORITAS UTAMA MENGATASI ILLEGAL LOGGING

DWI RETNO AGUNG DYAH P., 070016202 (2006) BANTUAN CGI TERHADAP PEMERINTAH INDONESIA YANG DIKAITKAN DENGAN PENANGANAN MASALAH KERUSAKAN HUTAN DENGAN PRIORITAS UTAMA MENGATASI ILLEGAL LOGGING. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-dwiretnoag-3035-fishi5-6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Laju kerusakan hutan Indonesia yang pesat mengundang kritik tajam tidak hanya dari dalam negeri, masyarakat internasional pun tak urung menekan pemerintah untuk segera mengatasi masalah hutannya. Bahkan salah satu lembaga donor internasional yakni CGI menjadikan manajemen hutan yang berkelanjutan sebagai salah satu syarat pencairan bantuannya terhadap Pemerintah Indonesia, dan illegal logging sebagai penyebab utama kerusakan hutan menjadi fokus utama CGI. Tekanan CGI membuat Pemerintah Indonesia akhirnya mengeluarkan delapan komitmen, yang kemudian bertambah menjadi dua belas komitmen diantaranya mengenai penanganan penebangan liar dan kegiatan lain yang mendukung. Pemerintah juga menunjukkan keseriusannya dengan membentuk badan antar pemerintah yang disebut IDCF yang berfungsi untuk mengimplementasikan 12 komitmen. Penelitian ini bersifat eksplanatif karena membahas alasan mengapa CGI mengaitkan masalah pencairan bantuannya dengan penanganan masalah kerusakan hutan di Indonesia Peringkat analisis yang digunakan adalah sistem internasional. Unit analisis atau variabel dependen adalah bantuan CGI terhadap Pemerintah Indonesia dan unit eksplanasi atau variabel independen adalah kepentingan CGI menjadikan penanganan masalah hutan khususnya illegal logging sebagai syarat pemberian bantuan. Sebagai kerangka berpikir penelitian ini mengacu pada Teori Ekopolitik, Teori Investasi yang didalamnya berisi Prinsip-prinsip Equator dan Konsep Country Risk, dan Konsep Pembangunan Berkelanjutan. Ada dua hipotesis yang dibuat, yaitu pertama kepentingan ekologis yakni kesadaran penuh negara-negara maju akan fungsi hutan tropis Indonesia sebagai salah satu paru-paru dunia serta menyimpan kekayaan alam yang melimpah dan yang kedua adalah kepentingan investasi. Sementara untuk mempermudah penelitian digunakan definisi konseptual yakni bantuan luar negeri, investasi, pembangunan berkelanjutan dan ekologi. Sedang sebagai definisi operasional adalah bantuan luar negeri, investasi, pembangunan berkelanjutan dan fungsi ekologis.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis. HI. 53/06 Dwi b
Uncontrolled Keywords: LOGGIING � LAW AND LEGISLATION; FARMERS � SOCIAL CONDITONS
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD878-894 Special types of environment. Including soil pollution, air pollution, noise pollution
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsEmail
DWI RETNO AGUNG DYAH P., 070016202UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAJAR TRIHARSONO, Drs.M.SUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Sheli Erlangga Putri
Date Deposited: 30 Nov 2006 12:00
Last Modified: 09 Jul 2017 23:44
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/15003
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item