WACANA PEREMPUAN DALAM NOVEL DEJAVU

YULIANA, 070116471 (2006) WACANA PEREMPUAN DALAM NOVEL DEJAVU. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak%20Fis%20K%2012-06%20Yul%20w.pdf

Download (251kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-yuliana-1286-fisk_12-6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Permasalahan sosial begitu banyak menggejala dalam masyarakat. Salah satu diantaranya adalah tentang perempuan dan usaha perempuan berjuang demi persamaan relasi gender. Permasalahan tersebut sering dijadikan tema cerita dalam sebuah novel. Alasannya, novel sebagai media massa yang berperan sebagai agen sosial mempunyai potensi untuk menginformasikan, mentransformasikan, serta membangun kesadaran berpikir kritis pembacanya khususnya bagi perempuan. Rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana wacana perempuan dalam novel DeJavu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wacana apa yang terdapat dalam novel DeJavu tentang perempuan. Manfaat penelitian ini manfaat sosial yaitu perubahan sosial dan transformasi sosial. Berdasarkan perumusan masalah di atas, dipakailah tinjauan pustaka: (1) Cultural Studies dalam kajian media; (2) Representasi; (3) Novel; dan (4) Budaya Patriarki; (5) Analisis Wacana Kritis. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan metode analisis wacana kritis model Norman Fairclough. Unit analisis adalah teks dalam novel DeJavu yang terdiri dari kata, pilihan kata, kalimat, rangkaian antar kalimat, dan gaya bahasa yang mencerminkan apa yang ingin diteliti. Teknik pengumpulan data adalah teks dalam novel DeJavu dipilih dan dipilah menurut apa yang ingin diteliti kemudian melakukan wawancara dengan pengarang novel DeJavu dan direktur utama penerbit GalangPress. Kemudian data dianalisis dan diinterpretasi melalui tiga tahap analisis model Norman Fairclough yaitu analisis pada teks, discourse practice, dan sociocultural practice. Hasil penelitian menunjukkan perempuan diwacanakan lebih pada peranperan domestik dan tradisional yaitu sebagai obyek. Peran domestik sebagai ibu rumah tangga, dan peran tradisional sebagai perempuan yang menomorsatukan laki-laki. Perempuan berhak menentukan pilihan untuk memilih menjadi perempuan feminis, atau memilih tetap berpegang teguh pada patriarki. Diantara keduanya, tidak ada dikotomi baik atau buruk, bergantung pada pilihan masing-masing dan tanggung jawab terhadap pilihannya itu.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis K 12/06 Yul w
Uncontrolled Keywords: FICTION; GENDER IDENTITY IN LITERATURE
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi
Creators:
CreatorsEmail
YULIANA, 070116471UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorLiestyaningsih, Dra., D., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 31 May 2006 12:00
Last Modified: 11 Jul 2017 00:34
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/15020
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item