REPRESENTASI KEPERAWANAN DALAM FILM ( Studi Semiotik Penggambaran Keperawanan dalam Film Virgin : Ketika Keperawanan Dipertanyakan)

Agustina Mawardhani, 070116424 (2006) REPRESENTASI KEPERAWANAN DALAM FILM ( Studi Semiotik Penggambaran Keperawanan dalam Film Virgin : Ketika Keperawanan Dipertanyakan). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
6. Abstrak Fis K 15-06 Maw r.pdf

Download (310kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-mawardhani-1285-fisk_15-6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dalam masyarakat yang permisif saat ini, pembicaraan tentang seks bukan lagi hal yang tabu. Penampilan seksualitas dalam film Indonesia mengalami perubahan-perubahan sejalan dengan pergeseran nilai-nilai masyarakat mulai sekitar tahun 1950-an. Hingga saat ini seksualitas masih merupakan tema yang menjadi daya tarik film Indonesia, namun dihadirkan dengan kemasan yang berbeda. Umumnya tema seksualitas pada film Indonesia saat ini hadir dalam genre remaja, diantaranya dalam film "Virgin: Ketika Keperawanan Dipertanyakan". Film ini menampilkan keperawanan sebagai tema utama. Dalam pandangan patriarki, keperawanan berkaitan erat dengan stereotipe gender yang memandang bahwa perempuan harus menjaga keperawanannya untuk dipersembahkan kepada laki-laki dalam lembaga pernikahan sebagai bukti kesucian dan kesetiaannya. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah keperawanan direpresentasikan dalam film "Virgin: Ketika Keperawanan Dipertanyakan". Hal ini berdasarkan anggapan masyarakat Indonesia yang memandang bahwa keperawanan masih merupakan hal yang suci dan patut dipertahankan. Tinjauan pustaka yang digunakan untuk menunjang penelitian ini adalah Film sebagai Media Massa dalam Masyarakat, Keperawanan dalam Kajian Gender, serta Semiotik dalam Film. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode Semiotik, karena peneliti berusaha untuk menggambarkan bagaimana keperawanan direpresentasikan melalui sistem tanda pada film "Virgin: Ketika Keperawanan Dipertanyakan", sehingga tipe penelitian ini adalah deskriptif. Dalam menganalisis sinema atau film menggunakan grammar of televion culture dari Fiske melalui level realitas, level representasi dan level ideologi. Penelitian ini menitikberatkan pada level realitas dan level ideologi. Unit analisis yang digunakan adalah sintagma-paradigma. Data untuk penelitian ini didapat dari hasil pengamatan terhadap sistem tanda dalam VCD original yang diproduksi oleh Kharisma StarVision Plus. Teknik analisis data dilakukan melalui metode Semiotik dengan mengamati sistem tanda dalam film, lalu dimaknai dan selanjutnya diinterpretasikan. Hasil penelitian ini menunjukkan keperawanan dalam film ini digambarkan menjadi bukan lagi sesuatu hal yang penting. Penggambarannya direpresentasikan melalui penjualan keperawanan demi uang dan gaya hidup, melepas keperawanan di usia yang masih sangat muda, serta memaknai keperawanan menjadi bukan lagi sesuatu hal yang penting untuk dipertahankan dalam pergaulan yang bebas. Adanya ideologi patriarki dibalik film ini mencerminkan keperawanan sebagai diskriminasi kekuasaan seksual laki-laki atas perempuan. Disamping itu ideologi kapitalis mendukung keberadaan idologi patriarki melalui penggambaran penjualan keperawanan

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis K 15/06 Maw r
Uncontrolled Keywords: VIRGINITY;MOTION PICTURE FILM
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi
Creators:
CreatorsEmail
Agustina Mawardhani, 070116424UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorYayan Sakti Suryandaru, S.sos., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 31 May 2006 12:00
Last Modified: 11 Jul 2017 00:23
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/15021
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item