"ORANG MISKIN NAIK HAJI" : (Studi Kualitatif tentang Makna Haji Pada Orang Miskin yang Telah Melaksanakan Haji di Desa Paciran Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan)

SETYANI NURUL HIDAYATI, 070116547 (2006) "ORANG MISKIN NAIK HAJI" : (Studi Kualitatif tentang Makna Haji Pada Orang Miskin yang Telah Melaksanakan Haji di Desa Paciran Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-hidayatise-1447-fiss07-k.pdf

Download (353kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-hidayatise-1447-fiss07-6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini berawal dari ketertarikan peneliti dengan melihat fenomena haji yang dari tahun ke tahun yang semakin marak, ditandai adanya peningkatan jumlah jamaahnya setiap tahunnya. Oleh beberapa ahli fenomena ini menggambarkan adanya peningkatan kesadaran beragama pada umat Islam, serta indikator membaiknya perekonomian masyarakat, mengingat ongkos haji dari tahun ke tahun cenderung mengalami kenaikan. Bila dipahami lebih dalam, fenomena haji ini sebenamya tidak hanya memiliki aspek religius semata, namun is juga membawa aspek sosiologis ketika ibadah haji itu tidak hanya sekedar dipahami sebagai wujud ketaatan dalam melaksanakan perintah agama, tapi is membawa konsekuensi sosial ketika pemahaman dan pemaknaan teks agama mewujud pada perilaku individu dalam interaksinya dengan masyarakat. Disamping itu ada kecenderungan bahwa ibadah ini memiliki nilai sosial tinggi karena penghargaan masyarakat yang tinggi pula. la bisa merupakan simbol kemampuan dan kesalehan agama seseorang. Haji bagi sebagian masyarakat, seperti Madura bahkan dianggap sebagai jembatan mobilitas untuk naik dalam strata kelas yang lebih tinggi. Ibadah haji pada hakekatnya memiliki makna yang beragam bagi yang melaksanakannya, terkait dengan alasan, motivasi seseorang berhaji. Pengalaman selama prosesi haji kadangkala membawa kesan yang mendalam bagi individu. Sesuatu yang mistik dan kadang tidak bisa diterima akal seringkali bisa mempengaruhi kesadaran seseorang dan selanjutnya mempengaruhi pada perilaku sehari-harinya. Jadi tindakan seseorang didasarkan atas makna dan pengalaman yang dimiliki individu. Seperti yang telah dijelaskan, kebanyakan haji dilakukan oleh orang dari golongan ekonomi mapan mengingat ongkos finansialnya yang begitu tinggi. Namun begitu temyata ada banyak juga ditemui masyarakat dengan ekonomi rendah (miskin) mampu berhaji. Ini menurut peneliti merupakan sebuah fenomena yang unik, karena haji yang merupakan ibadah mahal bisa dilakukan oleh orang miskin dengan keterbatasan ekonomi tentunya. Makna yang dimiliki orang dari golongan ini akan berbeda dengan makna yang dibentuk oleh orang yang bisa dengan mudah naik haji. Bagaimana perjuangannya untuk bisa mengumpulkan uang demi melaksanakan haji menurut peneliti sebuah hal yang menarik, karena menurut peneliti itu bukan hal yang mudah. Penelitian ini mencoba untuk menjawab pertanyaan, 1) Apa makna haji bagi orang miskin yang telah berhaji? 2) Apakah usaha-usaha yang dilakukan orang miskin untuk melaksanakan haji? 3) Bagaimanakah signifikansi antara makna haji terhadap kondisi selanjutnya? Penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik Blumer dan Mead tentang konsep diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan dan analisa yang bersifat kualitatif. Sedangkan pemilihan informan menggunakan teknik purposive. Lokasi penelitian adalah di Desa Paciran kabupaten Lamongan Kesimpulan dart' penelitian ini, pertama ibadah haji mempunyai beberapa makna. Secara teologis haji merupakan sebuah kewajiban yang hams dilaksanakan oleh setiap muslim, secara sosial, temyata ibadah haji tidak memberikan gengsi dan status sosial baru dalam masyarakat, dan secara ekonomi, haji bagi orang miskin tidak dipandang sebagai ibadah yang mahal. Adapun karena kuatnya keinginan untuk melaksanakan haji maka usaha-usaha yang dilakukan adalah dengan cara menjual tanah, menabung, serta meminta anak untuk menghajikan, serta ada signifikansi antara makna haji dan perilaku.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis S.07/06 Hid o
Uncontrolled Keywords: RELIGION; POVERTY � PSYCHOLOGICAL ASPECTS
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF1-940 Psychology
B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion > BL51-65 Religion in Relation to Special Subjects
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
SETYANI NURUL HIDAYATI, 070116547UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorMustain Mashud, Dr.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 18 Jul 2006 12:00
Last Modified: 11 Jul 2017 01:23
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/15025
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item